Surabaya, wartapoint – Semangat Idulfitri 1447 H menjadi momentum bagi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sambikerep Surabaya untuk membedah kesehatan dari sudut pandang yang berbeda. Dalam acara Halalbihalal bertajuk “Pengajian Keluarga Surgamu” pada Sabtu (18/04/2026), terungkap bahwa kunci kebugaran pasca-Ramadan ternyata terletak pada penguatan karakter spiritual.
Hadir sebagai narasumber, Dr. Tjatur Prijambodo, M.Kes., pakar kesehatan sekaligus Kepala Unit Kedokteran Islam FK Universitas Muhammadiyah Surabaya. Dalam tausiyahnya yang berjudul “Hidup Sehat Pasca Romadhon”, ia membedah korelasi mendalam antara ciri-ciri orang bertakwa dalam Al-Qur’an dengan kebugaran medis.
Sinergi Al-Qur’an dan Sains
Mengacu pada QS. Ali ‘Imran: 133-134, Dr. Tjatur menekankan bahwa kesehatan manusia tidak hanya bersumber dari apa yang dimakan, tetapi sangat dipengaruhi oleh pikiran dan tingkah laku.
Berikut adalah tiga poin kunci kaitan antara sifat takwa dengan kesehatan fisik manusia:
- Sedekah dan Efek “Glowing” pada Otak Dr. Tjatur memaparkan temuan menarik bahwa tindakan bersedekah secara ikhlas memberikan efek positif pada sistem saraf. “Hasil pemindaian otak orang yang tulus berbagi menunjukkan kondisi yang bersih dan tampak ‘glowing’ (mengkilat). Secara biologis, ini memicu hormon kebahagiaan yang berujung pada peningkatan imunitas tubuh,” jelasnya.
- Sabar sebagai Pelindung Pembuluh Darah Menahan amarah bukan sekadar etika sosial, melainkan tindakan preventif stroke. Secara medis, kemarahan yang meluap memicu pelepasan adrenalin secara drastis yang mampu merusak pembuluh darah. Dengan melatih kesabaran, seseorang secara otomatis melakukan proteksi mandiri terhadap risiko tekanan darah tinggi dan stroke.
- Memaafkan untuk Menekan Stres Kronis Kemampuan memaafkan berbanding lurus dengan stabilitas psikologis. Dr. Tjatur merujuk pada berbagai jurnal ilmiah kesehatan yang membuktikan bahwa sifat pemaaf secara signifikan menurunkan tingkat stres kronis dan menjaga detak jantung lebih stabil.
Menjadi Muttaqin yang Bugar
Sebagai penutup, Dr. Tjatur menegaskan bahwa gelar Muttaqin (orang bertakwa) yang menjadi tujuan utama puasa Ramadan adalah sebuah “paket lengkap” bagi manusia.
“Jika seseorang mampu konsisten menjaga sifat-sifat bertaqwa seperti yang tertuang dalam Ali ‘Imran, maka kesehatan fisik dan psikisnya akan terjaga dengan sendirinya sebagai bonus dari ketaatan tersebut,” pungkasnya.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB ini diharapkan mampu menginspirasi jamaah PCM Sambikerep untuk tidak hanya mengejar ibadah ritual, tetapi juga merawat pola pikir dan sifat mulia demi kualitas hidup yang lebih berkualitas di masa depan. (Rudi/yupan)





