Surabaya, wartapoint – Menjawab tantangan ekonomi global dan sempitnya lapangan kerja bagi generasi muda, Komisariat Daerah (KOMDA) III Pengurus Pusat (PP) PMKRI periode 2024-2026 mengambil langkah nyata. Melalui wilayah koordinasi Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat, organisasi ini menggelar Pelatihan Kewirausahaan bagi para kadernya pada Selasa, 21 April 2026.
Bertempat di Margasiswa PMKRI Surabaya, kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Pelatihan ini dirancang untuk membekali kader dengan keterampilan praktis agar tidak hanya tajam dalam analisis sosial, tetapi juga tangguh secara ekonomi.
Melangkah Keluar dari Zona Nyaman
Komisaris Daerah III PP PMKRI, Olimpius Kurniawan, menegaskan bahwa kemandirian ekonomi adalah pilar penting bagi eksistensi kader di masa depan. Menurut pria yang akrab disapa Popin ini, intelektualitas harus berjalan beriringan dengan kemandirian finansial.
“Kader PMKRI perlu berani melangkah keluar dari zona nyaman. Kewirausahaan bukan semata-mata soal keuntungan, tetapi tentang menciptakan nilai, membuka peluang, serta memberi dampak positif bagi masyarakat,” tegas Popin.
Kurikulum Pelatihan: Dari Ide Hingga Digitalisasi
Pelatihan ini tidak hanya berisi teori di atas kertas. Para peserta disuguhkan materi sistematis dan aplikatif yang mencakup:
- Fundamental Bisnis: Cara mengidentifikasi peluang dan penyusunan business plan.
- Manajemen Strategis: Strategi pemasaran dan tata kelola keuangan usaha.
- Transformasi Digital: Pemanfaatan media sosial dan platform digital sebagai alat promosi efektif di era ekonomi modern.
Untuk memberikan gambaran riil, panitia menghadirkan narasumber praktisi yang berbagi pengalaman mengenai pasang surut membangun bisnis hingga strategi menjaga keberlanjutan usaha.
Dampak Nyata dan Rencana Tindak Lanjut
Antusiasme peserta pecah saat sesi simulasi penyusunan rencana usaha. Berto Umbur, salah satu peserta, mengaku pelatihan ini memberikan kepercayaan diri baru baginya untuk mulai merintis usaha.
“Kegiatan ini sangat membantu karena ada praktik langsung. Kami jadi lebih percaya diri untuk mulai merintis usaha, meskipun dari skala kecil,” ungkap Berto.
KOMDA III PP PMKRI menyadari bahwa pelatihan sehari tidaklah cukup. Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, organisasi berencana memberikan pendampingan lanjutan bagi kader yang serius memulai usaha, meliputi:
- Konsultasi bisnis berkelanjutan.
- Penguatan jaringan (networking).
- Fasilitasi akses terhadap sumber daya usaha.
Melalui inisiatif ini, KOMDA III PP PMKRI berharap dapat mencetak kader yang utuh: sosok intelektual yang kritis, inovatif, dan mandiri secara ekonomi, sehingga mampu menjadi agen perubahan yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa berbasis komunitas. (Sigit Santoso)





