Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Friday, May 8, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Sinergi Buku dan Teknologi Ditekankan pada Hari Buku Sedunia

Must read

Surabaya, wartapoint — Peringatan Hari Buku Sedunia setiap 23 April kembali menjadi momentum refleksi budaya literasi di tengah derasnya arus digitalisasi. Buku dinilai tetap memegang peran mendasar dalam membangun kualitas intelektual dan profesional.

Nurulita Ipmawati dari Divisi Program dan Fundraising Kantor Layanan Lazismu Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur mengatakan, Hari Buku Sedunia merupakan pengingat pentingnya membaca dalam kehidupan sehari-hari. “Dengan membaca buku, kita dapat menambah wawasan untuk terus belajar dan berkembang,” ujarnya, Rabu, 22 April 2026.

Dalam perspektif ekonomi, ia menilai buku memiliki fungsi strategis sebagai sumber teori, data, dan analisis. Buku, kata dia, menjadi landasan dalam memahami berbagai fenomena ekonomi, mulai dari perilaku pasar hingga kebijakan publik. “Buku membantu kita memahami ekonomi secara lebih mendalam dan sistematis,” katanya.

Di tengah perkembangan teknologi digital, Nurulita memandang kebiasaan membaca buku tetap relevan. Teknologi memang menawarkan kemudahan akses informasi, namun buku dinilai mampu menyajikan analisis yang lebih komprehensif. “Dalam dunia ekonomi dan bisnis, buku tetap menjadi rujukan utama. Teknologi membantu efisiensi, tetapi buku memberi kedalaman analisis,” ujarnya.

Ia menambahkan, perpaduan antara buku dan teknologi justru dapat meningkatkan produktivitas serta kualitas pengambilan keputusan.

Nurulita juga menyebut buku Ekonomi Pembangunan Syariah karya Irfan Syauqi Beik dan Laily Dwi Arsyianti sebagai salah satu bacaan yang berpengaruh dalam perjalanan intelektualnya. Buku itu, menurut dia, memperluas perspektif tentang pembangunan dalam Islam. “Pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kesejahteraan, keadilan sosial, serta keseimbangan material dan spiritual,” katanya.

Pemahaman tersebut mendorongnya lebih kritis dalam melihat kebijakan ekonomi, terutama dari sisi keadilan sosial dan dampak jangka panjang.

Untuk meningkatkan minat baca generasi muda, ia mengusulkan beberapa langkah, antara lain membangun motivasi internal, membiasakan membaca secara rutin, serta menghidupkan budaya diskusi. “Minat baca tidak tumbuh instan. Perlu kebiasaan dan lingkungan yang mendukung,” ujarnya.

Peringatan Hari Buku Sedunia tahun ini menegaskan kembali posisi buku sebagai sumber pengetahuan yang tak tergantikan di tengah banjir informasi instan. Buku, kata Nurulita, tetap menjadi jendela untuk memahami dunia secara lebih utuh dan kritis. (Fathan Faris Saputro)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article