Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Friday, May 8, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Sinergi Berkemajuan: MIM 27 Surabaya Gali Inspirasi Pengelolaan Sarpras di SD Muhammadiyah 18

Must read

Surabaya, wartapoint – Semangat kolaborasi antar lembaga pendidikan Muhammadiyah kembali ditunjukkan melalui kegiatan studi tiru yang inspiratif. Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 27 Surabaya melakukan kunjungan ke SD Muhammadiyah 18 Surabaya pada Kamis (23/4/2026) guna mendalami manajemen sarana dan prasarana (sarpras) yang unggul.

​Bertempat di Hall Al Insyirah lantai 5, rombongan yang dipimpin langsung oleh Kepala MIM 27 Surabaya, Ustadzah Sixtynna Eka Octaviany, S.Pd., Gr., disambut hangat oleh jajaran pimpinan SD Muhammadiyah 18. Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan ruang berbagi praktik baik demi kemajuan bersama.

Sarpras Sebagai Pilar Karakter Siswa

​Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala SD Muhammadiyah 18 Surabaya, Ustadz Ach. Barizi, M.Pd. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa pengelolaan sarpras bukan hanya soal pengadaan fisik, melainkan instrumen penting dalam pendidikan.

“Sarana dan prasarana bukan sekadar pelengkap. Ia adalah elemen krusial untuk menciptakan ekosistem belajar yang efektif, nyaman, dan berorientasi pada pembentukan karakter siswa,” tegasnya.

​Senada dengan hal tersebut, Ustadzah Sixtynna menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan SD Muhammadiyah 18. Ia berharap ilmu yang diserap dapat segera diadaptasi untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di MIM 27 Surabaya.

Bedah Strategi: Dari Perencanaan hingga Inovasi

​Sesi inti kegiatan ini dipandu oleh Ustadz Achmad Lukman Santoso, S.Si., S.Pd., Gr., yang mengupas tuntas sistem pengelolaan sarpras di sekolah tersebut. Beberapa poin utama yang dibahas meliputi:

  1. Siklus Manajemen: Mulai dari perencanaan yang matang hingga proses pengadaan yang transparan.
  2. Budaya Perawatan: Strategi menjaga fasilitas agar tetap berfungsi optimal dalam jangka panjang.
  3. Inovasi Fasilitas: Pemanfaatan sarana untuk menunjang model pembelajaran aktif dan menyenangkan.
  4. Kolaborasi Stakeholder: Melibatkan guru dan wali murid dalam menjaga ekosistem sekolah yang berkelanjutan.

​Diskusi berlangsung dinamis saat para peserta dari MIM 27 mulai mengeksplorasi solusi atas tantangan operasional yang sering dihadapi di lapangan.

Observasi Lapangan dan Penutup

​Sebagai penutup rangkaian acara, para peserta diajak melakukan school tour. Mereka meninjau langsung berbagai fasilitas unggulan, mulai dari penataan ruang kelas yang modern hingga sarana penunjang lainnya yang tetap mengusung nuansa Islami.

​Kegiatan studi tiru ini menjadi bukti nyata komitmen lembaga pendidikan Muhammadiyah dalam membangun budaya “Sinergi Berkemajuan”. Dengan saling menginspirasi, diharapkan muncul inovasi-inovasi baru yang mampu mendongkrak mutu pendidikan Islam di Surabaya secara berkelanjutan. (Desy K/yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article