Mojokerto, wartapoint – Mengusung tema besar “Bersama Al-Qur’an, Menjadi Pribadi yang Berakhlaq Mulia”, SD Muhammadiyah 11 Surabaya (SD Muhlas) sukses menyelenggarakan inovasi kegiatan Tahfidz Camp 2026. Kegiatan ini bertempat di kawasan asri Pondok Pesantren eLKISI, Trawas, Mojokerto.
Berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Ahad, kegiatan ini dirancang khusus untuk memacu semangat (ghirah) para siswa dalam menghafal Al-Qur’an. Tim acara menerapkan skema Kelompok Halaqah untuk memudahkan peserta dalam proses menghafal serta melakukan setoran hafalan secara intensif.
Fokus pada Hafalan dan Karakter
Bukan sekadar menghafal, target utama dari agenda tahunan ini adalah menarasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam wujud akhlakul karimah. Hal ini ditekankan oleh Anggota Majelis Tabligh PWM Jawa Timur, Ustadz Irwan Hasan, S.Pd., M.Pd.I., dalam sambutan pembukaannya.
”Ustadz berharap waktu tiga hari ini bisa kalian manfaatkan maksimal untuk menambah hafalan dan memperbaiki akhlak—mulai dari ibadah tepat waktu hingga kemandirian,” ujar Ustadz Irwan.
Komitmen dan Target Nyata
Dalam arahannya, Ustadz Irwan juga memberikan motivasi yang cukup tegas namun mendidik. Beliau mematok target hafalan minimal 1 hingga 2 halaman selama kegiatan berlangsung.
Ia bahkan berseloroh penuh penekanan bahwa peserta yang tidak menunjukkan progres hafalan akan diberikan waktu tambahan.
“Ustadz Haris, Ustadz Jauhar, Ustadzah Triya, dan para asatidz lainnya akan melaporkan perkembangan kalian. Jika target tidak tercapai, bersiaplah untuk menambah durasi menginap satu malam lagi, dan hal ini akan kami sampaikan langsung kepada ayah bunda kalian,” tambahnya.
Kontrak Belajar sebagai Motivasi
Guna memastikan keseriusan seluruh peserta, Koordinator Tahfidz Khusus SD Muhlas menutup sesi pembukaan dengan memaparkan Kontrak Belajar. Poin-poin dalam kontrak tersebut berfungsi sebagai panduan sekaligus pemacu semangat agar para siswa bersungguh-sungguh mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir.
Melalui Tahfidz Camp ini, SD Muhlas berharap para siswa tidak hanya pulang membawa tambahan hafalan, tetapi juga membawa perubahan sikap yang lebih religius dan mandiri sesuai dengan nafas Al-Qur’an. (Mura/Ismuba SD Muhlas)





