Surabaya, wartapoint – Suasana khidmat sekaligus haru menyelimuti masjid Al-Fattah pada hari Jum’at (24/4/2026) sejak pukul 13.00 WIB. Puluhan orang tua wali murid kelas 6 Sekolah Tahfidz Berkemajuan, SD Muhammadiyah 29 Surabaya (SD Mudalan) tampak berbondong-bondong hadir dengan antusiasme tinggi untuk mendampingi putra-putri mereka dalam agenda Puncak Motivasi dan Doa Bersama jelang Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Sekolah Baru dengan Prestasi Gemilang
Kepala SD Muhammadiyah 29 Surabaya, Jatim, MA, menyambut kehadiran orang tua dengan wajah sumringah. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan luar biasa dari para wali murid.
”SDM 29 ini memang sekolah yang relatif baru, namun semangat dan antusiasme orang tua sangat besar. Terbukti, meski baru, sekolah kita sudah berhasil meraih akreditasi terbaik. Ini adalah modal besar bagi kita semua,” ujar Ustadz Jatim bangga.
Ia memaparkan bahwa kegiatan motivasi ini merupakan puncak dari rangkaian persiapan panjang yang telah dilalui siswa, mulai dari kegiatan MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa) hingga LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa).
Menanamkan Mental “Produk Sukses”
Hadir sebagai motivator utama, Najib Sulhan mengawali sesi dengan mengajak seluruh audiens mengangkat tangan sembari melangitkan doa kesuksesan. Suara amin yang menggema menjadi pembuka energi positif di dalam ruangan.
Dalam paparannya, Najib menekankan bahwa setiap anak yang lahir adalah “produk sukses” dari Sang Pencipta. Ia mengingatkan bahwa anak-anak telah memiliki bentuk terbaik, bersyahadat sejak dalam kandungan, dan dibekali beragam kecerdasan unik.
“Jangan takut anak kita gagal. TKA ini hanyalah sebagian kecil dari potensi besar yang mereka miliki. Orang tua harus terus mengawal dan jangan pernah bosan mendoakan anak jika ingin mereka tumbuh menjadi pribadi yang hebat,” tegas Najib Sulhan.
Kepada para siswa, Najib Sulhan memberikan pesan penguat mental agar tidak gentar menghadapi ujian. “Anak-anak, TKA itu persoalan kecil. Saya yakin kalian bisa menjalaninya dengan hasil maksimal. Percaya?” tanya Najib yang langsung dijawab dengan teriakan “Percaya!” secara serentak oleh para siswa.
Momen Haru: Ridho Orang Tua adalah Kunci
Puncak acara ditutup dengan sesi refleksi yang menyentuh hati. Najib Sulhan menekankan bahwa selain belajar sungguh-sungguh dan pantang menyerah, kunci utama kesuksesan adalah ridho orang tua.
Suasana ruangan seketika berubah menjadi haru saat sesi meminta maaf berlangsung. Para siswa bersimpuh memohon restu, sementara orang tua mengusap kepala putra-putri mereka sembari membisikkan pesan-pesan cinta dan doa tulus. Isak tangis haru pun pecah, menandai lahirnya komitmen baru antara orang tua dan anak untuk saling menguatkan demi masa depan yang gemilang.
Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah 29 Surabaya berharap para siswa kelas 6 memiliki kesiapan mental yang tangguh, fokus pada target, dan melangkah penuh percaya diri menghadapi TKA maupun ujian akhir sekolah nanti. (yupan)





