Surabaya, wartapoint – SMP Muhammadiyah 11 Surabaya (Muven) mengukir sejarah baru. Sekolah yang terletak di kawasan Dupak Bangunsari ini mendapat kehormatan atas kunjungan kerja Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Menteri Dikdasmen) Republik Indonesia, Prof. Abdul Mu’ti, pada Jumat (1/5/2026).
Kehadiran sang Menteri tidak hanya menjadi simbol apresiasi pemerintah terhadap pendidikan berbasis karakter, tetapi juga membawa angin segar bagi transformasi digital di lingkungan sekolah Muhammadiyah.
Penyambutan Khidmat di Tengah Rintik Hujan
Tiba pukul 14.00 WIB, Prof. Abdul Mu’ti hadir dengan didampingi oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, serta Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, M. Ridlwan. Meski rintik hujan turun perlahan, suasana justru terasa semakin syahdu saat lantunan lagu “Tanah Airku” menggema di halaman sekolah, dibawakan dengan penuh penghayatan oleh siswi Muven.
Pemandangan menarik terlihat dari barisan puluhan siswa yang berdiri rapi mengenakan atribut kebanggaan mereka:
- Seragam Tapak Suci dan Hizbul Wathan.
- Seragam putih biru dan batik khas Muhammadiyah.
- Bendera Merah Putih dan bendera Muhammadiyah yang dikibarkan sebagai simbol nasionalisme dan religiusitas.
Meninjau Inovasi: Dari Tata Boga hingga DKV
Sebagai bentuk kesiapan menghadapi era industri 4.0, acara dibuka dengan simulasi pemindaian kehadiran digital. Langkah ini menunjukkan bahwa SMP Muven telah mengadopsi teknologi dalam manajemen sekolah sehari-hari.
Dalam kunjungannya, Prof. Abdul Mu’ti meninjau langsung stan Kelas Peminatan Unggulan, yang meliputi:
- Vokasi: Tata Boga, Kelistrikan, Tata Rias, dan Otomotif.
- Kreatif: Desain Komunikasi Visual (DKV).
Puncak acara ditandai dengan penandatanganan prasasti pencanangan Kelas Peminatan dan Digitalisasi. Prasasti ini menjadi tonggak sejarah bagi SMP Muven dalam upaya mencetak lulusan yang memiliki keterampilan praktis (hard skill) sekaligus literasi digital yang mumpuni.
Motivasi untuk Terus Berinovasi
Kepala SMP Muven, Lanang Santoso, mengungkapkan rasa syukur mendalam atas kunjungan ini. Ia menegaskan bahwa kehadiran Menteri Dikdasmen adalah suntikan semangat bagi para guru dan staf.
”Kehadiran beliau adalah motivasi besar bagi kami untuk terus berinovasi. Kami berharap program kelas peminatan ini dapat berjalan optimal untuk mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan siap menjawab tantangan masa depan,” ujar Lanang.
Rangkaian kegiatan bersejarah ini ditutup dengan sesi foto bersama, mengabadikan momen kebersamaan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan keluarga besar SMP Muhammadiyah 11 Surabaya. (yupan)





