Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Friday, May 8, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Kepemimpinan Transformatif “Air Mengalir” ala Eri Cahyadi

Must read

“wis saiki diubah jamanku, kita harus punya perencanaan dan evaluasi… plus penjelasan bagaimana aliran air dari hulu sampai hilir” — (dikutip dari akun Instagram resmi ericahyadi).

Pernyataan Wali Kota Surabaya tersebut mencerminkan arah baru dalam tata kelola perkotaan, khususnya dalam penanganan banjir. Pesan yang disampaikan tidak hanya menegaskan komitmen, tetapi juga memperlihatkan kerangka berpikir yang lebih sistemik, terencana, dan berorientasi jangka panjang.

Dalam perspektif kepemimpinan transformatif, gagasan ini menunjukkan dorongan untuk mengubah cara kerja birokrasi secara mendasar. Banjir tidak lagi dipahami sebagai peristiwa sesaat yang ditangani secara reaktif, melainkan sebagai persoalan kompleks yang menuntut perencanaan matang serta evaluasi berkelanjutan.

Penekanan pada alur “hulu ke hilir” memperjelas bahwa persoalan ini harus dilihat secara utuh—sebagai sistem yang saling terhubung dari sumber hingga dampaknya di kawasan perkotaan. Cara pandang tersebut menjadi semakin relevan di tengah kompleksitas tantangan kota yang terus berkembang. Kota tidak hanya membutuhkan respons cepat, tetapi juga kemampuan menggerakkan perubahan cara berpikir sekaligus membangun kesadaran kolektif.

Lebih jauh, gagasan ini juga mencerminkan semangat kolaboratif. Persoalan banjir tidak dapat diselesaikan secara sektoral. Diperlukan sinergi lintas wilayah dan lintas kepentingan dengan melibatkan pemerintah, komunitas, hingga dunia usaha.
Perspektif hulu–hilir secara alami membuka ruang kerja bersama, mengingat aliran air melampaui batas administratif.

Kolaborasi tersebut menemukan bentuk paling konkret dalam peran masyarakat. Warga tidak sekadar menjadi penerima manfaat, tetapi bagian penting dari solusi. Kesadaran menjaga lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, serta keterlibatan dalam pengelolaan kampung dan saluran air merupakan kontribusi nyata yang memperkuat arah kebijakan pemerintah.

Di sinilah letak kekuatan pendekatan berkelanjutan. Upaya mengatasi banjir tidak cukup mengandalkan pembangunan fisik, tetapi juga memerlukan perubahan perilaku kolektif. Perpaduan antara kebijakan teknis dan partisipasi publik akan memperkuat ketahanan kota dalam menghadapi risiko di masa depan.

Pada akhirnya, pernyataan tersebut dapat dimaknai sebagai ajakan bersama: bahwa perubahan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan gerakan kolektif seluruh warga kota. Dengan kepemimpinan yang mendorong transformasi, kolaborasi yang terbangun, serta partisipasi publik yang aktif, upaya mewujudkan kota yang tangguh dan berkelanjutan menjadi semakin dekat untuk diwujudkan.

Oleh:
Rima Rachmania
Founder Sengkuyung Alam Lestari (Setara)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article