Surabaya, wartapoint – Di bawah langit pagi yang cerah, lapangan SD Muhammadiyah 6 (SD Musix) Gadung Surabaya menjadi saksi bisu lahirnya sebuah komitmen besar pada Senin (4/5). Bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), seluruh warga sekolah secara resmi mendeklarasikan gerakan Anti-Bullying demi mewujudkan lingkungan pendidikan yang ramah anak dan berkarakter Qur’ani.
Pendidikan sebagai Proses Memanusiakan Manusia
Upacara yang dimulai tepat pukul 06.45 WIB ini diikuti dengan khidmat oleh seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 6, guru, serta karyawan. Momentum Hardiknas kali ini tidak hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan, tetapi sebagai ajang refleksi karakter yang mendalam.
Munahar, S.H.I., M.Pd., dalam arahannya menegaskan bahwa esensi pendidikan sejati adalah proses memanusiakan manusia.
“Hardiknas adalah pengingat bagi kita semua. Melalui deklarasi ini, kami tidak hanya bicara soal teori, tetapi memastikan setiap anak mendapatkan hak dasarnya: belajar tanpa rasa takut di lingkungan yang penuh kasih dan penghargaan,” tegas Munahar. Ia menambahkan bahwa sekolah harus menjadi benteng akhlak di mana empati dan budi pekerti menjadi prioritas utama di atas nilai akademik.
Sumpah Setia Menolak Perundungan
Puncak acara ditandai dengan pembacaan teks Deklarasi Sekolah Ramah Anak dan Anti-Bullying. Suara lantang para peserta yang mengikuti pembacaan teks tersebut menjadi simbol “sumpah setia” untuk menolak segala bentuk kekerasan, menjaga kehormatan sesama, serta keberanian untuk melapor jika melihat ketidakadilan di lingkungan sekolah.
Suasana semakin haru dan membanggakan saat sekolah memberikan penghargaan kepada siswa dan guru berprestasi. Momen ini membuktikan bahwa prestasi gemilang hanya dapat lahir dari ekosistem pendidikan yang suportif, sehat, dan bebas dari tekanan mental.
Harapan dari Suara Hati Siswa
Antusiasme terpancar jelas dari para siswa. Anisa Kusuma, siswa kelas 6, mengungkapkan rasa leganya atas komitmen bersama ini.
“Deklarasi ini memberi kami keberanian. Kami berjanji untuk saling menjaga. Sekolah harus menjadi rumah kedua yang aman bagi kami,” ungkapnya.
Senada dengan Anisa, Jovita siswa kelas 4, berharap agar lingkungan sekolah selalu diwarnai kegembiraan. “Semoga tidak ada lagi ejekan yang menyakiti hati. Kami ingin belajar dengan tenang bersama teman-teman,” tuturnya.
Menjadi Pionir Sekolah Berkarakter
Melalui langkah ini, SD Musix Gadung Surabaya bertekad menjadi pionir bagi institusi pendidikan lainnya. Kedisiplinan yang ditunjukkan melalui atribut seragam yang rapi menjadi simbol bahwa ketegasan aturan di SD Musix berjalan selaras dengan kelembutan kasih sayang.
Deklarasi ini menjadi langkah awal dari perjuangan panjang membentuk karakter bangsa. Dengan semangat “Billahi fii sabilil haqq, fastabiqul khairat”, SD Musix melangkah pasti menuju masa depan pendidikan yang lebih manusiawi, cerdas, dan berakhlak mulia. (Basirun)





