Surabaya, wartapoint – Senin, 4 Mei 2026, menjadi momentum bersejarah bagi SMA Muhammadiyah 10 (SMAMX) Surabaya. Memasuki usia yang ke-12, sekolah keberbakatan ini merayakan hari jadinya dengan cara yang tidak biasa. Bukan sekadar seremoni, perayaan kali ini diwarnai dengan peluncuran empat karya inovasi riset unggulan hasil buah pikir para siswanya.
Empat karya penelitian ini merupakan “kado” istimewa yang mencerminkan semangat kreatif dan intelektual generasi muda SMAMX. Tidak berhenti di lingkungan sekolah, keempat karya tersebut dipersiapkan untuk melaju ke ajang bergengsi tingkat nasional, yaitu Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI).
Empat Inovasi Unggulan Siswa SMAMX
Sebanyak delapan siswa yang tergabung dalam empat tim riset mempresentasikan karya mereka yang mencakup berbagai bidang, mulai dari teknologi pangan hingga mitigasi bencana:
- BoneC (Botani Network n Control) – Tim S-Tadabur (Syarif & Hitana) Inovasi berbasis teknologi jaringan yang dirancang untuk memantau dan mengendalikan kondisi tanaman secara cerdas dan otomatis.
- BASISS (Banjir Smart Sistem Surabaya) – Tim VoltLab (Arshavin & Harits) Sebuah sistem pintar terintegrasi yang difokuskan pada mitigasi dan pengelolaan risiko banjir, sebagai solusi teknologi untuk permasalahan kota Surabaya.
- Neo-Crush: Tekanan Baru – Tim WasteWise (Hana & April) Inovasi pengelolaan limbah yang menggunakan teknik pemadatan khusus untuk mengubah sampah menjadi bentuk baru yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
- SEMAGLIX (Semanggi Green Leaf Innovation & Extraction) – Tim A² Prime (Abta & Intan) Penelitian yang mengangkat kearifan lokal melalui ekstraksi daun semanggi untuk meningkatkan nilai guna tanaman khas Surabaya tersebut.
Merawat Fitrah Peradaban Melalui Inovasi
Kepala SMAMX Surabaya, Salim Bahrisy, S.K.M., memberikan apresiasi mendalam atas dedikasi para siswanya. Ia menegaskan bahwa karya-karya ini adalah manifestasi nyata dari visi sekolah.
”Karya-karya ini sejalan dengan tema milad ke-12 kami, yaitu ‘Merawat benih-benih fitrah peradaban dengan rutinitas baru.’ Empat inovasi ini menjadi simbol semangat sekolah untuk terus konsisten mengembangkan budaya penelitian dan karya kreatif,” ujar Salim.
Ia juga menambahkan bahwa sekolah berkomitmen penuh untuk mengawal kreativitas siswa, baik dari segi pendanaan maupun penyediaan fasilitas riset yang mumpuni.
Menuju Panggung Nasional
Perayaan milad ke-12 ini bukan sekadar ajang refleksi perjalanan sekolah selama satu dekade lebih, melainkan bukti bahwa budaya inovasi telah mengakar kuat di SMAMX. Dengan persiapan menuju ajang FIKSI, SMAMX optimistis bahwa karya siswa-siswinya mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata, baik di tingkat nasional maupun global.
Momentum ini mempertegas posisi SMAMX sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga mencetak generasi pemecah masalah (problem solver) bagi masa depan peradaban. (Alfi)





