Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Friday, May 8, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Suara Hati dari Balik Meja Kelas: Siswa MIM 25 Surabaya “Kirim Surat Cinta” untuk Madrasah di Hari Pendidikan Nasional

Must read

Surabaya, wartapoint – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Senin, 4 Mei 2026, di MI Muhammadiyah 25 (MIM 25) Surabaya berlangsung penuh warna. Mengangkat tema “Inspirasi dan Aspirasi Membangun Madrasah untuk Negeri Tercinta,” sebanyak ratusan siswa dari kelas 1 hingga kelas 5 tumpah ruah mengekspresikan harapan mereka melalui torehan tinta.

​Dengan mengenakan busana batik bebas yang menciptakan nuansa keakraban, para siswa berkumpul sejak pukul 07.30 WIB. Agenda utamanya unik: menulis surat terbuka untuk Kepala Madrasah. Aktivitas ini dirancang sebagai wadah jujur bagi siswa untuk menyalurkan ide, mimpi, dan rasa cinta mereka terhadap sekolah.

Kejujuran Polos: Dari Toilet Wangi hingga Keinginan Didatangi Menteri

​Surat-surat yang terkumpul menjadi potret kejujuran khas anak-anak. Beragam aspirasi muncul, mulai dari fasilitas penunjang hobi hingga kenyamanan lingkungan sekolah yang sangat spesifik.

  • Fatih (2C) menuliskan keinginannya agar toilet sekolah memiliki aroma wangi layaknya di pusat perbelanjaan.
  • Clarista (1A) memimpikan kantin yang luas dan nyaman menyerupai restoran.
  • Fathan (1B) & Zafir (2B) masing-masing mengusulkan adanya kebun binatang mini dan kolam renang yang megah di lingkungan sekolah.
  • Syabil (1D) menyampaikan harapan besar agar madrasah mereka dikunjungi oleh Menteri Pendidikan, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.

​Tak hanya soal fasilitas, ada pula aspirasi mengenai beban belajar, seperti harapan agar buku pelajaran lebih ringan agar tas sekolah tidak terlalu berat, hingga permintaan menu kantin yang lebih sehat.

Apresiasi untuk Ketulusan Guru

​Di balik daftar keinginan tersebut, mayoritas surat didominasi oleh ungkapan terima kasih yang menyentuh. Para siswa menuliskan rasa syukur atas kesabaran, keramahan, dan dedikasi para ustadz serta ustadzah yang telah membimbing mereka dengan hati.

​Meskipun menyisipkan kritik membangun seperti kebersihan kamar mandi dan pembaruan koleksi perpustakaan, para siswa menegaskan satu hal: mereka sangat bangga menjadi bagian dari keluarga besar MI Muhammadiyah 25 Surabaya.

Respons Madrasah: Aspirasi sebagai Bahan Evaluasi

​Kepala Madrasah, Ustadz Ferry Rismawan, menyambut hangat “kado” surat dari para siswanya. Menurutnya, ini adalah bentuk transparansi dan kedekatan emosional antara siswa dan pengelola sekolah.

“Alhamdulillah, ini adalah bentuk kejujuran dan kreativitas anak-anak kita. Aspirasi mereka tidak akan sia-sia; ini akan menjadi bahan evaluasi dan inspirasi bagi kami untuk terus berbenah menuju madrasah yang lebih baik,” tegas Ustadz Ferry.

​Sejalan dengan hal tersebut, Ustadzah Rohim Hasanah dari Bidang Kesiswaan menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan latihan nyata bagi siswa untuk berani berpendapat secara santun sejak dini.

Aspirasi Tenaga Pendidik

​Tidak hanya siswa, para guru melalui forum Kelompok Kerja Guru (KKG) juga menyampaikan poin-poin strategis untuk kemajuan madrasah. Beberapa di antaranya meliputi penguatan layanan bimbingan konseling untuk kelas inklusi, pengadaan shadow teacher, perbaikan laboratorium IPA, hingga peningkatan fasilitas ruang musik.

​Peringatan Hardiknas 2026 di MIM 25 Surabaya ini ditutup dengan semangat optimisme. Dari lembaran surat sederhana tersebut, terpancar harapan besar untuk mewujudkan madrasah yang tidak hanya nyaman secara lokal, tetapi juga membanggakan dan mampu bersaing di kancah yang lebih luas. (Siti Islaha)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article