Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Friday, May 8, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Transformasi Kelas ke Pengalaman Nyata: Menghadirkan Pembelajaran Mendalam di Sekolah Muhammadiyah

Must read

Surabaya, wartapoint – Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Pusat sukses menggelar Ruang InspirasiMu Chapter #41, Selasa (5/5/2026). Forum virtual yang diikuti lebih dari 500 pendidik se-Indonesia ini menjadi panggung bagi gagasan-gagasan transformatif dalam dunia pendidikan, khususnya terkait implementasi pembelajaran kontekstual.

​Mengusung tema “Praktik Baik Implementasi Pembelajaran Mendalam dan KKA di Sekolah Muhammadiyah”, acara ini menyoroti bagaimana teori di dalam kelas dapat dikonversi menjadi pengalaman hidup yang nyata bagi siswa.

Belajar dari Realitas: Melampaui Sekadar Teori

​Salah satu sorotan utama dalam pertemuan ini adalah paparan dari Heru Tjahyono, penggagas Sekolah Kreatif. Ia menekankan bahwa pendidikan tidak boleh berhenti pada batas dinding kelas. Menurutnya, pembelajaran harus mampu menjahit hubungan antara materi pelajaran dengan realitas kehidupan siswa.

“Materi harus diintegrasikan dengan mata pelajaran lain dan dikaitkan dengan realitas kehidupan siswa. Dari situ, anak akan mendapatkan pengalaman belajar yang utuh dan mendalam,” tegas Heru.

​Prinsip ini sejalan dengan teori Contextual Teaching and Learning (CTL) dari Elaine B. Johnson, di mana siswa diposisikan sebagai aktor aktif yang membangun pemahaman melalui konteks sehari-hari, bukan sekadar penerima informasi pasif.

Outdoor Learning: Menghidupkan Pengetahuan

​Heru memberikan ilustrasi konkret melalui metode outdoor dan outbound learning. Ia mencontohkan bagaimana aktivitas sederhana seperti mengunjungi sawah bisa menjadi laboratorium pengetahuan yang luar biasa bagi siswa perkotaan.

  • Pengalaman Konkret: Siswa melihat langsung proses padi menjadi nasi.
  • Refleksi: Memahami nilai kerja keras petani dan ketahanan pangan.
  • Internalisasi: Pengetahuan menetap lebih lama karena melibatkan emosi dan sensorik.

​Pendekatan ini mengukuhkan teori experiential learning David Kolb, yang memandang pengalaman langsung sebagai sumber utama pembangunan pengetahuan yang relevan dan kuat.

Guru Sebagai ‘Figur’ dan Inspirasi

​Tak hanya soal metode, Heru juga menyoroti aspek personal pendidik. Ia melontarkan gagasan bahwa guru harus menjadi sosok yang dirindukan, layaknya “artis” di mata para siswanya.

​“Guru harus hadir secara utuh sebagai sosok yang memberi inspirasi dan teladan. Kehadirannya harus dinanti dan membawa energi positif,” tambahnya. Hal ini selaras dengan teori belajar sosial Albert Bandura, di mana guru berperan sebagai model perilaku (modeling) yang membentuk karakter siswa secara langsung.

Menuju Pendidikan yang Transformatif

​Kegiatan Ruang InspirasiMu Chapter #41 ini mempertegas komitmen pendidikan Muhammadiyah untuk terus bergerak menuju pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered learning).

​Dengan mengombinasikan lingkungan belajar yang kaya pengalaman dan peran guru sebagai inspirator, sekolah Muhammadiyah diharapkan tidak hanya mencetak generasi yang informatif secara akademik, tetapi juga transformatif dalam tindakan. Pada akhirnya, keberhasilan pendidikan bukan diukur dari seberapa banyak materi yang dihafal, melainkan seberapa bermakna pengalaman belajar yang dirasakan oleh siswa. (Ahmad Mahmudi)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article