Sidoarjo, wartapoint – SMP DAFI Sidoarjo kembali mengukuhkan eksistensinya di kancah pendidikan nasional. Salah satu santri berbakatnya, Sara Khalila Gumilar, berhasil meraih prestasi gemilang sebagai Juara 2 (Medali Perak) dalam ajang Omini Sains Indonesia (OSI) 2026 tingkat Nasional.
Kompetisi bergengsi ini memuncak pada babak final yang diselenggarakan di Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Sabtu (02/05/2026).
Perjalanan Panjang Menuju Panggung Nasional
Prestasi yang diraih Sara bukanlah hasil instan. Santri kelas 8 yang juga seorang Hafidzah (penghafal) 8 juz Al-Qur’an ini telah melewati proses seleksi yang sangat ketat selama hampir setahun:
- September 2025: Memulai langkah di tingkat Kabupaten/Kota (UNUSIDA) dengan raihan Medali Emas.
- Januari 2026: Mewakili Sidoarjo di tingkat Provinsi (UNESA) dan sukses membawa pulang Medali Perak.
- Mei 2026: Menembus babak final Nasional dan bersaing dengan delegasi terbaik dari berbagai kota besar seperti Medan, Makassar, Ambon, hingga Denpasar.
“Alhamdulillah, saya tidak menyangka bisa lolos sampai tahap ini. Persaingannya sangat ketat karena peserta datang dari seluruh Indonesia,” ungkap Sara.
Bimbingan Intensif dan Strategi Literasi
Keberhasilan Sara tak lepas dari peran Ustadz Muhammad Rukhan Asrori, S.S., Gr., selaku pembimbing utama. Dalam dua pekan terakhir menjelang final, Sara menjalani drill soal literasi tingkat tinggi (HOTS) untuk mengantisipasi kompleksitas soal nasional.
”Ini pencapaian luar biasa. Sara harus berhadapan dengan pesaing tangguh dari Pulau Sumatera, Sulawesi, Bali, hingga Maluku. Ketekunannya dalam berlatih soal-soal literasi menjadi kunci kemenangannya,” ujar Ustadz Rukhan.
Inspirasi Generasi Berakhlak dan Berilmu
Kepala SMP DAFI Sidoarjo, Uswatun Aisah, M.Pd., Gr., menyampaikan rasa haru dan bangganya. Ia menekankan bahwa Sara adalah representasi nyata bahwa nilai-nilai Al-Qur’an dan kecerdasan akademik dapat berjalan beriringan.
”Ini bukan hanya soal piala, tapi soal proses menjaga semangat belajar dan nilai-nilai Al-Qur’an dalam setiap langkah. Semoga Sara tetap rendah hati dan prestasinya menjadi cahaya inspirasi bagi santri lainnya untuk bersaing di tingkat global dengan tetap kokoh pada nilai keislaman,” pungkas Uswatun.





