Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Friday, May 8, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Sinergi Madrasah dan Orang Tua: Siswa Kelas 1C MIM 25 Surabaya Jelajahi Dunia Pelayaran Bersama ‘Guest Teacher’

Must read

Surabaya, wartapoint – Suasana ruang kelas 1C MI Muhammadiyah 25 (M25) Surabaya mendadak berubah menjadi simulasi kemaritiman yang seru pada Kamis (7/5/2026). Melalui program Guest Teacher, para siswa diajak menyelami cakrawala baru mengenai dunia kapal dan pelabuhan bersama praktisi profesional dari industri pelayaran.

​Hadir sebagai pemateri, Ida Nur Wulansari, S.E., yang merupakan staf dari Puma Shipping Lines Indonesia sekaligus wali murid dari Nayla Qanita Agdalesta. Dengan mengusung tema “Pelayaran Indonesia”, ia membedah kompleksitas dunia maritim menjadi materi yang ringan dan edukatif bagi anak-anak usia dasar.

Mengenal “Raksasa Laut” dan Logistik Maritim

​Sepanjang sesi yang berlangsung pukul 08.00–09.00 WIB, para siswa tampak antusias saat dikenalkan dengan berbagai jenis armada laut. Mulai dari kapal penumpang (ferry boat), kapal petikemas (container ship), kapal kargo kering (dry cargo), hingga kapal tanker.

​Salah satu momen yang paling mencuri perhatian siswa adalah penjelasan mengenai mekanisme kerja tugboat (kapal tunda) yang menarik tongkang bermuatan kayu gelondongan di perairan Indonesia.

“Anak-anak sangat terkejut saat tahu bahwa kapal laut tidak hanya mengangkut manusia, tapi juga segala kebutuhan kita, mulai dari sepatu, pakaian, semen, hingga hewan peliharaan,” ujar Ida.

​Tak hanya soal fisik kapal, materi juga mencakup pengenalan sistem teknologi modern seperti Pointrek Navigator. Teknologi ini dijelaskan sebagai “pemandu jalan” digital agar jadwal pelayaran tetap teratur dan mencegah terjadinya tabrakan di jalur laut yang padat.

Belajar Langsung dari Praktisi

​Kepala MI Muhammadiyah 25 Surabaya, Ferry Rismawan, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Menurutnya, menghadirkan orang tua siswa sebagai guru tamu adalah langkah luar biasa untuk memperkaya wawasan kontekstual anak.

​”Kegiatan ini sangat keren. Anak-anak tidak hanya belajar teori dari buku, tetapi mengenal langsung dunia kerja dan profesi nyata di masyarakat. Ini memberikan pengalaman belajar yang lebih hidup dan inspiratif,” ungkap Ferry.

​Senada dengan hal tersebut, Wali Kelas 1C, Ustadzah Ovy Nuraini, melihat adanya lonjakan rasa ingin tahu yang besar dari para siswanya. “Alhamdulillah, anak-anak mendapatkan pengetahuan yang sebelumnya belum pernah ada di kurikulum sekolah. Sesi tanya jawab menjadi sangat hidup karena mereka begitu penasaran dengan cara kerja pelabuhan,” tuturnya.

Kesan Siswa dan Harapan Kedepan

​Dzul ‘Urwatil Wutsqoo Arjah, salah satu siswa kelas 1C, mengaku sangat menikmati sesi ini. “Seru sekali! Sekarang saya jadi tahu bedanya kapal untuk angkut orang dan kapal besar untuk angkut barang,” katanya dengan wajah berseri.

​Program Guest Teacher ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bentuk sinergi kuat antara madrasah dan wali murid. Dengan menghadirkan praktisi ke dalam kelas, sekolah berharap dapat membuka cakrawala cita-cita siswa sejak dini sekaligus menguatkan pemahaman bahwa Indonesia adalah negara maritim yang besar.

​Melalui edukasi yang menyenangkan ini, dunia pelayaran yang tadinya terasa jauh dan rumit, kini menjadi lebih dekat dan dapat dipahami oleh generasi penerus bangsa di MIM 25 Surabaya. (Siti Islaha)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article