Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Friday, May 8, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Jadi ‘Pahlawan Anti Kuman’, Siswa MI Muhammadiyah 25 Surabaya Belajar Cuci Tangan Lewat Guest Teacher

Must read

Surabaya, wartapoint – Suasana kelas 2B MI Muhammadiyah 25 Surabaya tampak berbeda pada Jumat pagi (8/5/2026). Puluhan siswa terlihat antusias mengikuti program Guest Teacher bertajuk “Menjadi Pahlawan Anti Kuman dengan Cuci Tangan yang Benar.” Kegiatan edukatif ini bertujuan menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini dengan cara yang menyenangkan.

​Acara yang berlangsung pukul 09.30–10.30 WIB ini menghadirkan dua wali murid sebagai narasumber, yakni Aprilia (ibunda Althaf) dan Rahmania (ibunda Musa Afif). Keduanya menyulap ruang kelas menjadi ajang belajar interaktif yang penuh keceriaan.

Mengenal Dunia Kuman: Kawan dan Lawan

​Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan konsep kuman dengan bahasa yang mudah dipahami anak-anak. Siswa diajak memahami bahwa kuman adalah makhluk mikroskopis yang berada di mana-mana, mulai dari mainan hingga tangan mereka sendiri.

​Uniknya, siswa dikenalkan pada dua jenis kuman:

  • Kuman Baik: Membantu kesehatan tubuh, seperti melancarkan pencernaan.
  • Kuman Buruk: Pemicu penyakit seperti flu, diare, dan sakit perut.

​“Menjaga kebersihan tangan adalah langkah sederhana namun paling efektif untuk mencegah kuman buruk menyebar,” jelas Aprilia di depan para siswa.

Belajar Sambil Bermain: Game 6 Langkah Cuci Tangan

​Teori kesehatan disampaikan melalui metode bermain. Sesi yang paling dinantikan adalah game menyusun enam langkah cuci tangan secara berkelompok. Siswa berlomba-lomba mengurutkan gambar langkah mencuci tangan dengan benar untuk mendapatkan hadiah.

​Dua siswa, Aqilla Shafana Qurota A’yun dan Ananda Althaf Nayaka Haziq, menunjukkan keberaniannya maju ke depan kelas tanpa ditunjuk.

“Senang sekali dan seru karena ada gamenya. Aku juga berhasil dapat hadiah,” ungkap Aqilla penuh semangat. Senada dengan Aqilla, Althaf mengaku bangga karena ibundanya hadir langsung mengajar di kelasnya.

Praktik Langsung dan Lagu Edukatif

​Tak hanya simulasi, siswa juga mempraktikkan langsung enam langkah cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir selama 40–60 detik. Langkah-langkah tersebut meliputi:

  1. ​Menggosok telapak tangan.
  2. ​Punggung tangan.
  3. ​Sela-sela jari.
  4. ​Teknik mengunci (ibu jari).
  5. ​Ujung kuku.
  6. ​Pergelangan tangan.

​Suasana semakin meriah saat seluruh kelas menyanyikan lagu cuci tangan sambil menggerakkan tangan mengikuti irama, membuat materi lebih mudah diingat oleh siswa.

Apresiasi dari Sekolah dan Wali Murid

​Wali kelas 2B, Ustadzah Sofi, merasa bersyukur atas kolaborasi ini. Menurutnya, program ini juga melatih adab siswa dalam menghargai guru tamu. Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah, Aksar Wiyono, M.Pd.I., berharap kebiasaan ini diterapkan secara konsisten di rumah.

​“Anak-anak sangat antusias. Semoga ilmu ini tidak hanya dipahami di sekolah, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka,” tutur Aksar.

​Senada dengan itu, Bidang Kurikulum, Eni Lianawati, menyampaikan bahwa program Guest Teacher ini sudah berjalan hampir 90 persen. Pihak sekolah sangat mengapresiasi kontribusi wali murid dalam berbagi ilmu praktis di luar kurikulum formal.

​Kegiatan ini membuktikan bahwa menjadi pahlawan tidak selalu membutuhkan kekuatan super. Cukup dengan air, sabun, dan teknik cuci tangan yang benar, siswa MI Muhammadiyah 25 Surabaya siap menjadi garda terdepan sebagai Pahlawan Anti Kuman.(Siti Islaha)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article