Boyolali, wartapoint – Progres pembangunan fisik dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Kodim 0724/Boyolali menunjukkan perkembangan signifikan. Memasuki hari Sabtu (09/05/2026), personel Satgas bersama masyarakat fokus mempercepat pemasangan dinding hebel pada program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Kauman, Kecamatan Wonosegoro.
Pantauan di lokasi menunjukkan kemanunggalan yang kuat antara TNI dan warga. Material bangunan dipindahkan secara estafet dan dipasang dengan presisi guna memastikan pembangunan rumah berjalan sesuai target waktu agar dapat segera dihuni oleh keluarga penerima manfaat.
Gotong Royong Sebagai Kunci Percepatan
Semangat kebersamaan menjadi mesin utama dalam pengerjaan sasaran fisik ini. Warga setempat tampak antusias mendampingi personel Satgas TMMD, mulai dari melansir material hingga teknis pemasangan dinding.
Babinsa Desa Kauman, Serda Sugeng Santoso, menjelaskan bahwa keterlibatan TNI dalam pembangunan RTLH ini adalah wujud nyata kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi mereka yang belum memiliki hunian standar.
”Pembangunan RTLH ini adalah upaya kami membantu masyarakat mewujudkan hunian yang layak, aman, dan nyaman. Namun lebih dari sekadar bangunan fisik, momen ini adalah sarana mempererat hubungan emosional antara TNI dan rakyat melalui kerja nyata di lapangan,” ujar Serda Sugeng di sela-sela kegiatannya.
Target Selesai Tepat Waktu
Program TMMD Sengkuyung Tahap II ini tidak hanya fokus pada kecepatan, tetapi juga kualitas bangunan. Penggunaan material hebel dipilih untuk memastikan efisiensi waktu tanpa mengurangi kekuatan struktur bangunan.
Dengan dukungan penuh dan antusiasme masyarakat Desa Kauman yang terus mengalir, tim optimis pembangunan RTLH akan rampung tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditentukan. Kehadiran program TMMD ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan sosial masyarakat di wilayah Kecamatan Wonosegoro. (Agus)





