Surabaya, wartapoint – SMP Muhammadiyah 15 Surabaya terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pendidikan berwawasan global. Langkah ini diwujudkan melalui rangkaian kegiatan Online International Exchange yang digelar pada Rabu (20/5/2026), dengan melibatkan pelajar dari Korea Selatan dan Turki.
Kegiatan yang diikuti oleh siswa-siswi kelas 7H Bilingual Class ini dirancang sebagai ruang bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan komunikasi internasional sekaligus memperdalam pemahaman lintas budaya.
Angkat Isu Lingkungan Bersama Korea Selatan
Pada sesi pertama, para siswa SMP Muhammadiyah 15 Surabaya berkolaborasi dengan pelajar dari Seongnam Girl’s Middle School, Korea Selatan. Mengusung tema “My Actions & Resolution for the Environment”, forum virtual ini menjadi wadah diskusi interaktif mengenai isu-isu lingkungan kontemporer.
Dalam diskusi tersebut, para pelajar dari kedua negara saling berbagi gagasan mengenai aksi nyata dalam menjaga kelestarian bumi, antara lain:
- Strategi pengurangan sampah plastik dalam kehidupan sehari-hari.
- Gerakan penghijauan di lingkungan sekolah dan rumah.
- Inovasi daur ulang (recycling) limbah domestik.
- Upaya kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan di era modern.
Pertukaran Budaya dengan Turki
Pada hari yang sama, atmosfer keakraban berlanjut dalam sesi kedua bersama MY Colej Bursa, Turki. Melalui tema “Get to Know Each Other”, agenda ini menjadi jembatan diplomasi budaya yang hangat antarpelajar.
Para siswa saling memperkenalkan identitas negara masing-masing, mulai dari tradisi, kuliner khas, bahasa, hingga dinamika kehidupan sehari-hari sebagai seorang pelajar. Menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar, para siswa tampil percaya diri saat mempresentasikan kekayaan budaya Indonesia di hadapan rekan sejawat mereka dari Turki.
Menyiapkan Generasi Berwawasan Global
Kepala SMP Muhammadiyah 15 Surabaya, Ustadz Banjar, menegaskan bahwa program internasional ini merupakan langkah strategis sekolah dalam membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan global, tanpa menanggalkan akar nilai keislaman dan budaya bangsa.
”Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa memiliki wawasan internasional dan mampu berkomunikasi secara global, namun tetap bangga dengan identitas Indonesia. Anak-anak harus siap menjadi generasi yang cerdas, berakhlak, dan mampu membawa nama baik bangsa di kancah dunia,” ujar Ustadz Banjar.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Bilingual Class SMP Muhammadiyah 15 Surabaya, Ustadz Adi Cahyono (yang akrab disapa UAC), menjelaskan bahwa Online International Exchange berfungsi sebagai laboratorium sosial yang nyata bagi siswa.
”Kami ingin siswa tidak hanya belajar teori bahasa Inggris di dalam kelas, tetapi juga mempraktikkannya langsung dalam komunikasi internasional. Kegiatan ini efektif melatih keberanian, cara berpikir terbuka (open-minded), serta sikap saling menghargai perbedaan budaya,” pungkas UAC.
Melalui terobosan berbasis digital ini, SMP Muhammadiyah 15 Surabaya berupaya terus konsisten menghadirkan model pendidikan modern yang adaptif, guna mencetak lulusan yang aktif, kreatif, dan siap menjadi bagian dari warga dunia (global citizen). (Didik)





