Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Monday, June 1, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Menginspirasi Lewat Drama Musikal, Sekolah Kreatif Jadi Rujukan Pendidikan Inklusi

Must read

Surabaya, wartapoint – Gemuruh musik dan keceriaan memenuhi halaman SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Rabu (20/5/2026). Ratusan siswa tampak antusias mengikuti latihan intensif menjelang pergelaran Family Festival (Famfest) 2026.

​Kegiatan tahunan yang diinisiasi oleh Sekolah Kreatif Baratajaya Surabaya ini mengusung tema “Kami Muslim, Kami Pemimpin”. Puncak acara dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (23/5/2026) mendatang di Airlangga Convention Center Surabaya.

​Namun, lebih dari sekadar pertunjukan seni, Famfest menjadi ruang belajar inklusif yang nyata. Panggung ini memperlihatkan bagaimana siswa reguler dan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dapat tumbuh, berproses, dan berkarya bersama tanpa sekat.

​Angkat Kejayaan Peradaban Islam

​Sejak pagi hari, siswa kelas I hingga kelas VI secara bergantian memadati area latihan. Mereka mendalami dialog, gerakan tari, hingga penghayatan karakter tokoh-tokoh besar dalam sejarah Islam.

​Koordinator Acara Famfest 2026, Abdul Rozak, S.Pd., menjelaskan bahwa drama musikal dipilih karena mampu menghadirkan pembelajaran sejarah secara kontekstual dan menyenangkan bagi anak-anak.

​”Tahun ini kami mengangkat tokoh dan peradaban besar Islam, mulai dari Khulafaur Rasyidin, Dinasti Umayyah, Dinasti Abbasiyah, kejayaan Ottoman oleh Muhammad Al Fatih, kisah perempuan hebat Fatimah Al Fihri, hingga cerita Sultan Malik Al Saleh,” ujar Rozak.

​Memasuki tiga hari jelang acara (H-3), persiapan teknis pun terus dimatangkan secara terpadu. Koordinator Multimedia, Ahmad Saifuddin Zuhri, S.Kom., S.Pd., menambahkan bahwa fokus utama saat ini adalah sinkronisasi elemen panggung.

​“Kami fokus pada sinkronisasi audio, visual latar belakang, pencahayaan (lighting), efek asap (smoke effect), hingga penentuan detik live view agar seluruh tampilan berjalan presisi,” kata Zuhri.

​Budaya Inklusi Tanpa Slogan

​Keunikan utama dari Famfest 2026 terletak pada komitmen sekolah untuk melibatkan seluruh siswa tanpa terkecuali. Setiap anak diberi ruang untuk tampil sesuai dengan minat, bakat, dan potensi masing-masing, termasuk para siswa ABK.

​Wakil Kepala Sekolah Kreatif Baratajaya, Suyono, S.Si., menegaskan bahwa konsep inklusi di sekolahnya bukan sekadar slogan di atas kertas, melainkan budaya yang dihidupkan dalam keseharian.

​”Setiap anak mempunyai peran. Keberagaman karakter siswa tidak menjadikan keterbatasan mereka sebagai penghalang untuk berkarya. Ketika siswa ABK dan reguler tampil bersama, di situlah pembelajaran sosial yang sesungguhnya terjadi,” tutur Suyono.

​Dalam prosesnya, siswa reguler belajar membangun empati dan saling membantu, sementara siswa ABK mendapatkan ruang aman untuk mengeksplorasi kepercayaan diri mereka. Didampingi dengan sabar oleh para guru khusus, suasana latihan tetap berjalan hangat dan penuh dukungan dari sesama teman sekelas.

​Menjadi Rujukan Sekolah Inklusi di Surabaya

​Proses tumbuh kembang ini pun memicu haru sekaligus kebanggaan bagi para orang tua. Bagi anak berkebutuhan khusus, kesempatan tampil di panggung berskala besar merupakan pencapaian penting dalam perkembangan sosial dan emosional mereka.

​Penggagas Sekolah Kreatif Baratajaya, Heru Tjahyono—atau yang akrab disapa Babe Heru—menjelaskan bahwa sejak didirikan pada tahun 2002, sekolah ini konsisten mengawinkan nilai seni, sejarah, karakter, dan kemanusiaan dalam satu wadah pendidikan. Model inilah yang membawa sekolah ini menjadi salah satu rujukan pendidikan inklusi di Surabaya.

“Di sini setiap anak adalah juara. Siswa ABK dan reguler tumbuh bersama sesuai tahap perkembangannya masing-masing. Ketika mereka mampu tampil bersama di atas panggung, itu adalah prestasi besar yang harus kita apresiasi bersama,” tegas Babe Heru.

​Melalui pergelaran Famfest 2026, Sekolah Kreatif Baratajaya kembali mengirimkan pesan kuat kepada publik: bahwa pendidikan inklusif sejati bukan sekadar menerima perbedaan, melainkan merayakan potensi setiap anak agar mereka merasa dihargai dan mampu berkembang seutuhnya. (Ahmad Mahmudi)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article