Surabaya, wartapoint — Ratusan guru dan karyawan MI Muhammadiyah 25 Surabaya mengikuti kegiatan Pembinaan Rutin yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kenjeran, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan madrasah tersebut digelar sebagai upaya penguatan motivasi, penegakan kedisiplinan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) demi menjaga mutu dakwah pendidikan Muhammadiyah.
Dorongan untuk Terus Meningkatkan Kapasitas Diri
Kepala MI Muhammadiyah 25 Surabaya, Ferry Rismawan, menyampaikan bahwa pembinaan berkala ini merupakan momentum krusial bagi seluruh civitas akademika untuk berefleksi dan meningkatkan kompetensi.
“Kesempatan penting seperti ini sangat perlu kita syukuri. Pembinaan ini menjadi motivasi agar kita semua terus upgrade diri, baik dalam kemampuan mengajar, pelayanan, maupun semangat bekerja di sekolah,” ujar Ferry.
Ia menekankan bahwa tantangan di dunia pendidikan terus berubah dinamis. Oleh karena itu, seorang pendidik dituntut untuk adaptif dan tidak berhenti belajar agar mampu memberikan pelayanan terbaik bagi para peserta didik.
Tiga Pilar Utama: Disiplin, Keterampilan, dan Keteladanan
Dalam sesi arahan, jajaran pengurus PCM Kenjeran memberikan sejumlah poin strategis terkait profesionalisme guru:
- Kedisiplinan sebagai Teladan: Ustadz Edy Susanto menegaskan bahwa guru memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi contoh nyata bagi siswa. “Guru tidak boleh malas. Harus punya skill dan semangat untuk terus belajar. Masuk mengajar tepat waktu harus dijaga karena kedisiplinan adalah contoh langsung bagi siswa,” tegasnya.
- Etos Kerja Berbasis Keikhlasan: Memberikan sentuhan spiritual, Ustadz Jatim mengingatkan agar seluruh pendidik dan staf meniatkan profesi mereka sebagai ibadah. Keikhlasan dan ketulusan hati dinilai menjadi modal utama dalam menghadapi dinamika mengajar.
- Kekompakan demi Kemajuan Sekolah: Sementara itu, Ustadz Sohib menggarisbawahi bahwa kesuksesan lembaga pendidikan sangat bergantung pada soliditas internal. Jika guru disiplin dan kompak, kepercayaan masyarakat (public trust) dengan sendirinya akan meningkat.
Menuju Sekolah yang Unggul dan Berkemajuan
Kegiatan pembinaan yang berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan ini diharapkan tidak sekadar menjadi rutinitas formalitas.
Melalui internalisasi nilai-nilai profesionalisme, kedisiplinan, dan keikhlasan ini, MI Muhammadiyah 25 Surabaya optimistis dapat terus berkembang menjadi lembaga pendidikan Islam yang unggul, kompetitif, dan berkemajuan di Kota Surabaya. (Siti Islaha)





