Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Sunday, May 31, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

​Di Tengah Gerimis Wonorejo Surabaya, Ustadz Muchamad Arifin Ajak Umat Tak Mengorbankan Sesama demi Ambisi

Must read

Surabaya, wartapoint – Hujan gerimis yang mengguyur sejak pagi tidak menyurutkan langkah ribuan warga Wonorejo dan sekitarnya untuk memadati sepanjang Jalan Wonorejo I, Gubeng, Kota Surabaya, Rabu (27/5/2026) pagi.

​Sambil membawa sajadah dan payung sederhana, umat Islam berbondong-bondong memenuhi area terbuka demi menunaikan ibadah Shalat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah. Di tengah rintik hujan, lantunan takbir yang menggema menghadirkan suasana syahdu sekaligus memperlihatkan kuatnya semangat persaudaraan warga.

​Dalam pelaksanaan shalat tersebut, Kabid Penelitian Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur, Ust. Dr.(c). Muchamad Arifin, M.Ag., hadir bertindak sebagai khatib. Ia menyampaikan khotbah mendalam bertajuk “Kurban Tidak Harus Mengorbankan Orang Lain”.

​Mengikis Egoisme dan Ambisi Duniawi

​Di hadapan ribuan jamaah yang menyimak dengan khusyuk, Ustadz Muchamad Arifin menegaskan bahwa hakikat ibadah kurban melampaui ritual menyembelih hewan ternak. Idul Adha, menurut dia, adalah momentum besar untuk menghadirkan kasih sayang, kepedulian, dan kedamaian dalam kehidupan sosial.

​Ia menyoroti fenomena sosial di mana manusia kerap mengejar kepentingan serta ambisi pribadi dengan cara menyakiti, merendahkan, bahkan mengorbankan orang lain.

​”Jangan sampai demi ambisi dunia, kita mengorbankan persaudaraan, merusak kedamaian, atau menyakiti sesama. Kurban mengajarkan cinta, bukan permusuhan. Mengajarkan keikhlasan, bukan egoisme,” tutur Ustadz Muchamad Arifin di tengah keheningan jamaah.

​Kurban sejati, lanjutnya, mewujud ketika seseorang mampu mengendalikan diri, menahan amarah, mengikis kebencian, serta menebar manfaat bagi lingkungan sekitar tanpa harus melukai hak-hak orang lain.

​Menjaga Harmoni di Tengah Keberagaman

​Sebagai figur yang aktif dalam upaya pencegahan terorisme dan radikalisme, Ustadz Muchamad Arifin juga menyelipkan pesan kebangsaan yang kuat. Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai Idul Adha sebagai fondasi utama dalam menjaga kedamaian di tengah keberagaman bangsa Indonesia.

​Menurutnya, perbedaan suku, budaya, dan latar belakang sosial di masyarakat seharusnya dijembatani oleh semangat berkorban untuk saling menghormati dan mempererat kebersamaan.

​Dalam penjelasannya, ia turut mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Kautsar ayat 2:

​”Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.”

​Ayat ini, jelasnya, merupakan ajakan konkret bagi manusia untuk mentransformasikan nikmat yang diterima menjadi bentuk rasa syukur dan cinta kepada Sang Pencipta melalui ibadah serta pengorbanan sosial.

​Momentum Meneguhkan Kepedulian

​Penyampaian khotbah yang lembut namun menyentuh hati membuat suasana di sepanjang Jalan Wonorejo I berlangsung penuh penghayatan hingga akhir. Peringatan khatib bahwa dunia hanyalah tempat singgah sementara sempat membawa keheningan mendalam di antara saf-saf jamaah.

​Pelaksanaan Shalat Idul Adha tahun ini pada akhirnya tidak sekadar menjadi ritual ibadah rutin. Di bawah langit Surabaya yang basah oleh gerimis, warga Wonorejo mengirimkan pesan kuat tentang pentingnya menjaga harmoni kehidupan, kepedulian sosial, dan keteguhan iman yang menyatukan hati.

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article