Surabaya, wartapoint – Sebanyak 67 anak yang terdiri dari 47 siswa Taman Kanak-Kanak B (TKB) Aisyiyah 36 dan 20 siswa Kelompok Bermain (KB) Aisyiyah 39 mengikuti prosesi Akhirussanah (kelulusan) sekaligus Imtihan (ujian terbuka) hafalan Al-Qur’an Juz 30 di lantai 4 Auditorium AR. Fachrudin SD Muhammadiyah 11 Surabaya, Senin (22/6/2026).
Mengangkat tema filosofis “Berlayar Menuju Masa Depan“, agenda ini menandai babak baru bagi anak-anak usia dini tersebut untuk bersiap melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan modal fondasi agama yang kuat.
Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan Bidang Pendidikan Dasar, Menengah (Dikdasmen) dan Kesehatan, H. Sutikno, S.Sos, M.H., menegaskan bahwa momentum kelulusan ini merupakan langkah awal yang sangat krusial. Ia mengibaratkan anak-anak tersebut sebagai nahkoda muda yang siap mengarungi samudra kehidupan.
”Hari ini adalah momen istimewa. Tema ‘Berlayar Menuju Masa Depan’ mengingatkan kita bahwa setiap anak adalah nahkoda bagi masa depannya sendiri. Mereka telah memulai perjalanan ini dengan bekal ilmu, akhlak mulia, hafalan Al-Qur’an, kreativitas, serta berbagai prestasi yang telah ditanamkan sejak usia dini,” ujarnya.
Sutikno juga melontarkan sebuah pantun penuh makna untuk menggambarkan kebahagiaan melepas para siswa:
Naik perahu menuju dermaga,
Berlayar tenang di lautan biru.
Hari ini kita berbahagia,
Mengantar ananda menggapai cita-cita maju.
Apresiasi Guru dan Sinergi Orang Tua
Dalam kesempatan tersebut, Sutikno memberikan apresiasi yang mendalam kepada para ustaz dan ustadzah yang telah dengan penuh kesabaran, ketelatenan, dan jerih payah mendidik para siswa. Menurutnya, dedikasi para pendidiklah yang mampu membentuk karakter dasar para “nahkoda kecil” ini agar siap menghadapi tantangan zaman.
Ia juga menggarisbawahi bahwa keberhasilan anak-anak dalam menyelesaikan hafalan Juz 30 tidak lepas dari peran aktif lingkungan keluarga.
”Kepada para orang tua, kami sampaikan terima kasih atas kepercayaan dan kerja sama yang luar biasa selama ini. Keberhasilan anak-anak hari ini adalah hasil sinergi yang manis antara keluarga di rumah dan sekolah,” lanjutnya.
Pesan untuk Generasi Masa Depan
Kepada anak-anak yang diwisuda, tokoh Muhammadiyah Krembangan ini memberikan pesan mendalam agar mereka tidak pernah berhenti belajar, rajin beribadah, senantiasa menghormati orang tua dan guru, serta berani memiliki impian yang besar.
Ia berharap madrasah pertama yang mereka lalui di TK dan KB Aisyiyah ini melahirkan generasi cerdas berakhlak mulia yang membawa kemaslahatan bagi agama, bangsa, dan sesama.
”Mari kita doakan bersama, semoga anak-anak kita menjadi generasi Qur’ani yang kelak mampu mengarungi samudra kehidupan dengan iman yang kuat, ilmu yang luas, dan akhlak yang mulia. Setiap langkah kecil hari ini adalah pelayaran menuju masa depan yang gemilang,” tegasnya.
Menutup pesan dan harapannya, Sutikno kembali menyampaikan bait pantun sebagai pelecut semangat bagi para wisudawan cilik agar terus berjuang di jenjang pendidikan selanjutnya:
Kalau ada sumur di ladang,
Bolehlah kita menumpang mandi.
Kalau anak-anak terus berjuang,
Insya Allah sukses menanti di kemudian hari.
Agenda tersebut dihadiri, Ustadzah Hj. Ummu Surya (Ketua Majelis Dikdasmen & PAUD PCA krembangan), Ustadz Akhwan Hamid, M.Pd.I (Ketua PCM krembangan), Ustadzah Hj. Ummu Chasanah (ketua PCA Krembangan), dan Ustadzah Siti Sofia (PCA Krembangan).





