
Surabaya, wartapoint — Dalam rangka mempererat tali silaturahim dan memperkuat sinergitas, pengurus Panti Asuhan Muhammadiyah (PAM) Gersikan Surabaya menggelar kunjungan silaturahim ke Markas Kodim 0830/Surabaya yang saat ini berlokasi sementara di Koramil 0830/06 Tegalsari, Jumat (25/9/2026).
Kunjungan ini merupakan agenda lanjutan setelah sebelumnya pengurus panti melakukan silaturahim serupa ke Korem 084/Bhaskara Jaya dan Koramil Tambaksari. Langkah ini diambil sebagai bentuk apresiasi dan upaya menjaga hubungan baik yang telah terjalin, khususnya pascapelaksanaan program Karya Bhakti TNI di lingkungan Panti Asuhan Muhammadiyah Gersikan.
Humas PAM Gersikan, Abdul Muizz, M.Pd., menyampaikan bahwa program Karya Bhakti TNI sangat memberikan dampak positif dan tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan panti.
”Karya bakti yang dilakukan benar-benar menyasar manfaat yang kami perlukan. Pembangunan dan perbaikan yang direalisasikan meliputi renovasi toilet dan tempat wudhu masjid, pembangunan taman, pembuatan tempat sarasehan santri, fasilitas dapur, hingga tambahan sarana olahraga,” ujar Abdul Muizz.
Senada dengan hal tersebut, Kepala PAM Gersikan yang baru, Ust. Ir. Rustamaji, menjelaskan bahwa kehadiran jajaran pengurus ke Kodim 0830/Surabaya bertujuan untuk memperkenalkan diri sekaligus mengucapkan terima kasih secara langsung atas kepedulian jajaran TNI.
”Hasil dari Karya Bhakti ini sangat bermanfaat bagi santri dan para jamaah, terutama ketersediaan fasilitas toilet dan tempat wudhu masjid yang kini jauh lebih layak dan nyaman digunakan,” ungkap Ust. Rustamaji.
Pihak Kodim 0830/Surabaya menyambut hangat kedatangan rombongan panti. Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0830/Surabaya, Mayor Arh Suhardi, menegaskan bahwa hubungan kerja sama dan kepedulian sosial ini tidak akan berhenti sampai di sini.
”Suatu saat kegiatan berkelanjutan tetap ada. Yang jelas, kita akan terus bersinergi ke depannya,” tegas Mayor Arh Suhardi.
Melalui kegiatan ini, panti asuhan Muhammadiyah tertua di Surabaya tersebut berharap kolaborasi dan sinergitas bersama berbagai elemen bangsa, khususnya Tentara Nasional Indonesia (TNI), dapat terus terjaga secara berkelanjutan demi kebermanfaatan umat dan masyarakat sekitar. (Muiz/yupan)





