
Surabaya, wartapoint — Perjalanan panjang kaderisasi pelajar Muhammadiyah di MI Muhammadiyah 25 (MIM 25) Surabaya kembali menuai apresiasi. Dalam Pembukaan Musyawarah Daerah (Musyda) XXIV Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kota Surabaya, IPM Junior (IPMJ) MIM 25 resmi menerima penghargaan sebagai IPM Kids Inspiratif Surabaya, Sabtu (26/9/2026).
Pencapaian ini menjadi catatan bersejarah bagi MIM 25. Pasalnya, IPMJ di madrasah ini telah berdiri sejak 2019 dan tercatat sebagai pelopor atau IPM Junior pertama yang dibentuk pada tingkat SD/MI se-Kota Surabaya. Selama enam tahun, IPMJ MIM 25 hadir sebagai ruang pembelajaran berorganisasi, melatih kepemimpinan, menumbuhkan kemandirian, serta membangun keberanian dan rasa tanggung jawab siswa sejak dini.
IPMJ dan IPM Kids: Beda Istilah, Satu Dinamika
Dalam dinamika organisasi, istilah IPM Kids kini turut populer digunakan di tingkat sekolah dasar. Meski secara tatanama memiliki perbedaan istilah dengan IPMJ, keduanya mengandung makna dan semangat yang sama, yaitu wadah kaderisasi serta penanaman nilai-nilai organisasi bagi pelajar Muhammadiyah sejak usia dini. Karena itu, penghargaan IPM Kids Inspiratif ini menjadi bentuk pengakuan nyata atas konsistensi IPMJ MIM 25 sejak 2019.
Kepala MI Muhammadiyah 25 Surabaya, Ferry Rismawan, M.Pd.I., menyampaikan rasa bangga atas capaian anak didiknya.
”Kami bangga dengan capaian IPMJ MIM 25. Penghargaan ini adalah apresiasi atas proses kaderisasi yang sudah dibangun sejak 2019. Anak-anak tidak hanya belajar secara akademik, tetapi juga belajar memimpin, bekerja sama, bertanggung jawab, dan berani tampil. Semoga proses ini terus melahirkan kader yang berkarakter dan amanah,” ungkap Ferry.
Pengalaman Langsung dan Pembentukan Karakter
Dalam momentum Musyda XXIV tersebut, MIM 25 mengutus dua perwakilan kader, Ibrahim Ainun Mahya dan Balqis Alfairus. Hadirnya perwakilan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada para siswa dalam memahami dinamika persyarikatan serta memperluas jaringan sesama pelajar Muhammadiyah se-Kota Surabaya.
Ustadzah Rohim Hasanah, S.Pd., selaku Kesiswaan MIM 25, menekankan pentingnya pengalaman lapangan ini. Menurutnya, partisipasi dalam Musyda mengajarkan anak-anak tentang komunikasi, kerja sama tim, dan kepemimpinan secara riil.
Hal senada disampaikan Pembina IPMJ MIM 25, Istianah, S.Th.I. Ia menegaskan bahwa pembinaan kader masa depan menuntut pengembangan kemampuan secara utuh.
”Untuk mencetak kader hebat, amanah, dan tangguh tidak cukup hanya pintar secara akademik, tetapi juga harus memiliki keterampilan dan bakat lainnya. Kader IPMJ harus berintegritas tinggi dan siap berproses kapan saja serta di mana saja. IPMJ MIM 25 siap mencetak kader pemimpin masa depan,” tegas Istianah.
Kesan mendalam turut dirasakan oleh Ibrahim, salah satu kader IPMJ MIM 25 yang hadir. Ia mengaku gembira dapat bertemu dengan sesama kader dari berbagai sekolah. “Kegiatan ini sangat penting untuk menambah wawasan. Seru sekali bisa berkumpul dengan kader IPM lain dari seluruh Surabaya,” tuturnya penuh semangat.
Penanda Komitmen Kaderisasi
Penghargaan IPM Kids Inspiratif Surabaya tertuang dalam sertifikat resmi Nomor 083-KET/B.1-XIII/PD IPM-313/2026 yang diterbitkan oleh Pimpinan Daerah IPM Kota Surabaya Periode 2023–2026.
Bagi keluarga besar MIM 25 Surabaya, penghargaan ini bukan sekadar lembar sertifikat, melainkan wujud penegasan komitmen bahwa pembentukan kader berintegritas, tangguh, dan amanah harus dimatangkan sejak dini demi melanjutkan estafet kepemimpinan Muhammadiyah dan bangsa di masa depan. (Siti Islaha)





