
Surabaya, wartapoint — Kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah Junior (IPMJ) MI Muhammadiyah 25 Surabaya kembali unjuk gigi di ranah Persyarikatan. Balqis Alfairus tampil memukau membawakan Tari Sekar Giri dalam pembukaan Musyawarah Daerah (Musyda) XXIV IPM Kota Surabaya yang diselenggarakan di SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, Sabtu (26/9/2026).
Tampil penuh percaya diri di hadapan ratusan kader IPM se-Kota Surabaya, Balqis sukses menuntaskan tarian tradisional tersebut dengan anggun. Penampilan ini tidak hanya menjadi pembuktian bakat sang siswa, tetapi juga membawa nama harum madrasah dalam ajang kaderisasi bergengsi tingkat kota.
Usai tampil, Balqis tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya. Bagi dirinya, momen tersebut memberikan kesan mendalam yang tak terlupakan.
“Saya sangat senang dan bangga bisa tampil di depan kakak-kakak IPM se-Surabaya. Ini menjadi kebanggaan tersendiri karena saya juga bisa membawa nama sekolah,” ungkap Balqis.
Ruang Belajar dan Bertumbuh
Kepala MI Muhammadiyah 25 Surabaya, Ferry Rismawan, M.Pd.I, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia pelaksana Musyda XXIV IPM Kota Surabaya atas kepercayaan yang diberikan kepada anak didiknya.
“Terima kasih kepada panitia yang telah memberi ruang bagi anak-anak IPMJ MIM 25 untuk hadir dan tampil. Bagi siswa, kesempatan di luar kelas seperti ini sangat berarti sebagai wadah belajar, tumbuh, dan membangun keberanian,” ujar Ferry.
Menurutnya, proses pendidikan yang utuh tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Saat siswa diberi kepercayaan mengambil peran di panggung luar, mereka belajar mengenai arti tanggung jawab sekaligus menjaga nama baik madrasah.
Menanamkan Nilai Berorganisasi Sejak Dini
Pembina IPMJ MIM 25, Istianah, S.Th.I, menegaskan bahwa keterlibatan kader cilik dalam agenda tingkat kota merupakan langkah konkret untuk mengenalkan iklim berorganisasi sejak awal.
“Anak-anak perlu merasakan langsung dinamika organisasi Muhammadiyah secara nyata. Kehadiran di Musyda menjadi pengalaman berharga untuk belajar berorganisasi, bekerja sama, serta berani mengambil peran. Semoga momen ini terus membekas dalam perjalanan kaderisasi mereka,” tuturnya.
Senada dengan hal tersebut, Urusan Kesiswaan MIM 25, Rohim Hasanah, S.Pd, menilai bahwa jam terbang di panggung besar sangat efektif membentuk mental dan karakter siswa.
“Kami amat mengapresiasi kesempatan untuk Balqis. Anak-anak memang membutuhkan ruang untuk berproses. Dari pengalaman ini, mereka belajar percaya diri dan menyadari bahwa sejak dini pun mereka sudah bisa berkontribusi nyata bagi gerakan Muhammadiyah,” jelas Rohim.
Kehadiran IPMJ MIM 25 dalam pembukaan Musyda XXIV IPM Kota Surabaya membuktikan bahwa pola kaderisasi terbaik dimulai dari pengalaman langsung. Penampilan Tari Sekar Giri oleh Balqis menjadi bukti sederhana namun bermakna: bahwa ruang ekspresi yang tepat mampu memupuk kebanggaan dan keberanian kader muda Muhammadiyah sejak dini. (Siti Islaha)





