Meruwat Indonesia di Makam WR Soepratman: Gaungkan Lagu Indonesia Raya 3 Stanza dan Rawat Semangat Sumpah Pemuda

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint — Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kota Surabaya diwarnai dengan kegiatan reflektif dan penuh khidmat bertajuk “Meruwat Indonesia 98 Tahun Lagu Indonesia Raya 3 Stanza”. Berpusat di kompleks makam pencipta lagu kebangsaan, Wage Rudolf Soepratman, di Jalan Kenjeran, Surabaya, acara ini menjadi wadah lintas komunitas untuk merawat persatuan bangsa melalui doa bersama, seni budaya, dan penanaman nilai nasionalisme.

​Sekretaris Jenderal Komunitas Surabaya Digital City (SDC), Mahmudah, menjelaskan bahwa kegiatan yang dihelat pada Rabu sore (28/10/2026) ini digagas sebagai bentuk ikhtiar spiritual dan kultural di tengah dinamika kebangsaan saat ini.

​”Kami bersama beberapa komunitas di Surabaya yang peduli akan keteladanan para pahlawan bangsa menggelar acara Meruwat Indonesia, yang bertujuan membersihkan dengan doa-doa di momen Hari Sumpah Pemuda. Semoga dengan kondisi Indonesia yang sedang tidak baik-baik saja bisa menjadi lebih baik serta dijauhkan dari segala bencana dan petaka,” ujar Mahmudah.

​Simbol Kebhinekaan dan Kolaborasi Lintas Elemen

​Acara tersebut berlangsung meriah dan sarat makna dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat dari beragam latar belakang agama, budaya, dan etnis. Nuansa kebhinekaan terasa kental sejak awal acara yang dibuka dengan persembahan Tari Remo—tarian khas Jawa Timur—yang dipadukan dengan alunan musik khas Tionghoa, penampilan paduan suara pelajar, hingga prosesi doa lintas agama dan tabur bunga.

​Mahmudah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan acara ini. Perhelatan tersebut terselenggara atas kerja sama Yayasan WR Soepratman bersama Komunitas Pencinta Indonesia Raya (KPIR), Surabaya Digital City (SDC), Komunitas Surabaya Juang, Komunitas Sinematografi Rekamaya, MGM, MAS TRIPS, serta SMK Muhammadiyah 1 Surabaya (Mudisa).

​Pengalaman Berharga Generasi Muda di Makam Pahlawan

​Keterlibatan para pelajar, khususnya dari SMK Muhammadiyah 1 Surabaya, memberikan warna tersendiri dalam peringatan bersejarah ini. Kepala SMK Mudisa, Irvandy Andriansyah, S.T., M.T., mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada para siswanya untuk tampil mengisi paduan suara menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 Stanza di hadapan para undangan.

​Menurut Irvandy, pengalaman tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting untuk menumbuhkan karakter cinta Tanah Air secara nyata.

​”Melalui paduan suara, mereka belajar bahwa mencintai Indonesia tidak cukup hanya dengan kata-kata, tetapi harus diwujudkan melalui sikap, kedisiplinan, kebersamaan, dan kontribusi nyata bagi bangsa,” tegas Irvandy. Ia berharap para siswanya kelak tumbuh menjadi generasi yang unggul secara kompetensi sekaligus memiliki kepribadian dan tanggung jawab sosial yang kuat.

​Kebanggaan serupa turut dirasakan oleh Achmad Adelard W., siswa kelas XI PBS SMK Mudisa yang mendapat kepercayaan untuk membacakan ikrar Sumpah Pemuda. Berdiri di tempat peristirahatan terakhir WR Soepratman memberikan kesan mendalam bagi dirinya dan rekan-rekan sebayanya.

​”Saat membacakan Sumpah Pemuda, saya semakin menyadari bahwa kita sebagai generasi muda memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan mencintai Indonesia,” ungkap Adelard dengan penuh haru.

​Ia pun menutup pesannya dengan ajakan kepada generasi seusianya untuk terus berkarya, menghindari hal-hal negatif, serta menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk membangun Indonesia yang lebih maju.

​Penulis: Andi Hariyadi

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article