Borong 11 Medali Emas di NIIA dan WYIIA 2026, Siswa SD Mudipat Surabaya Harumkan Nama Indonesia

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint — SD Muhammadiyah 4 Surabaya (SD Mudipat) kembali mengukir prestasi gemilang di tingkat nasional dan internasional. Sebanyak 11 tim inovator cilik yang diterjunkan sekolah berhasil menyapu bersih medali emas (gold medal) dalam ajang National Youth Innovation and Invention Award (NYIIA) dan World Youth Innovation and Invention Award (WYIIA) 2026 yang berlangsung di Universitas Brawijaya (UB), Malang.

​Selain memborong 11 medali emas, sekitar 65 siswa yang tergabung dalam 11 tim tersebut juga sukses membawa pulang penghargaan khusus (Special Award), salah satunya ICGI Special Award untuk kategori Environment.

​Kepala SD Muhammadiyah 4 Surabaya, Edy Susanto, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas perjuangan dan dedikasi para siswanya hingga meraih hasil maksimal.

​”Kami selaku kepala sekolah memberikan apresiasi kepada anak-anak yang sudah berusaha secara maksimal di lomba tingkat nasional dan internasional di Unibro (Universitas Brawijaya) Malang,” ujar Edy saat ditemui media wartapoint.id di Auditorium The Millenium Building (TMB) Lantai 4 Din Syamsuddin SD Mudipat Surabaya, Jumat (6/11/2026).

​Inovasi Kreatif Penolak Serangga hingga Alat Ramah Lingkungan

​Para peneliti dan inovator cilik Mudipat menampilkan berbagai karya inovatif yang menarik perhatian dewan juri. Salah satu karya unggulan yang dihadirkan adalah SPICE-Tag, yakni inovasi alat pengusir semut alami berbasis rempah-rempah yang memanfaatkan kandungan cengkeh dan serai.

​Selain itu, terdapat pula karya EcoGrow: An Integrated Eco Art Learning Kit for Education for Sustainable Development among Elementary School Students yang berhasil meraih ICGI Special Award di kategori lingkungan.

​Edy mengungkapkan, persaingan dalam kompetisi riset dan inovasi tersebut terbilang cukup ketat dengan hadirnya peserta-peserta tangguh dari berbagai daerah dan negara. Namun, kesiapan serta kebaruan gagasan dari tim Mudipat berhasil mencuri perhatian tim juri.

​”Lawannya juga berat-berat dan bagus-bagus. Tetapi alhamdulillah juri memutuskan bahwa tim dari Little Inventor Mudipat layak mendapatkan gold medal,” tuturnya.

​Buah Pembinaan Ekstrakurikuler “Little Inventor”

​Prestasi internasional ini merupakan buah manis dari pembinaan berkelanjutan di sekolah melalui ekstrakurikuler Little Inventor yang kini memasuki tahun kedua. Untuk menghadapi kompetisi di Malang ini, para siswa menjalani persiapan intensif selama kurang lebih satu bulan di bawah bimbingan pembina khusus.

​”Little Inventor kami sudah berjalan di tahun kedua dan alhamdulillah dari tahun ke tahun prestasinya luar biasa,” tambah Edy.

​Pihak sekolah berkomitmen untuk terus mendorong dan memfasilitasi minat riset peserta didik agar siap menghadapi berbagai kompetisi sains dan inovasi di masa mendatang.

​”Ke depan kami dorong anak-anak untuk tetap berlatih. Kami siapkan tim pembina yang berkualitas untuk persiapan kompetisi-kompetisi di masa yang akan datang,” pungkasnya. (yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article