Hangatnya Silaturahim Bani Andjar: Dari Layar Digital Kembali ke Pelukan Keluarga

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint – Gema takbir Idul Fitri 1447 H membawa keberkahan tersendiri bagi Keluarga Besar Bani Andjar. Setelah sekian lama menjaga kedekatan hanya melalui komunikasi online, momen Lebaran tahun ini menjadi saksi bisu kembalinya kehangatan fisik dalam tradisi mudik dan kumpul keluarga yang digelar di kediaman ustadz Pak Poh Sjafi’i (almarhum), Jalan Tenggumung Karya gang Lebar No. 43, Surabaya, Jumat (20/3/2026).

Suasana Penuh Canda dan Keakraban

​Acara yang berlangsung khidmat namun santai ini dihadiri oleh lintas generasi. Dalam sambutannya sebagai tuan rumah (Sohibul Bait), Imma Laili Rahmawati mengungkapkan rasa syukur yang mendalam karena seluruh anggota keluarga besar dapat berkumpul secara langsung tanpa sekat layar digital.

​Meski cuaca Surabaya cukup terik, hal tersebut tidak mengurangi keceriaan. Dengan nada guyon yang mencairkan suasana, Imma sempat melontarkan candaan khas tentang fasilitas di rumahnya.

“Mohon dimaafkan jika tempat dan penyajiannya kurang berkenan. Apalagi di sini tidak ada AC, yang ada hanya AB alias angin brobos,” selorohnya yang disambut gelak tawa anggota keluarga.

Seni Kehidupan: Dari “Bocil” ke “Bocal”

​Ada pesan mendalam di balik candaan yang disampaikan. Imma menyoroti kehadiran bayi-bayi mungil (bocil) di tengah keluarga sebagai simbol regenerasi. Ia juga berseloroh tentang siklus kehidupan, di mana para sesepuh yang kini mulai kehilangan gigi (ompong) seolah kembali menjadi “bayi” lagi.

​”Inilah seninya. Kita dulu berasal dari bocil-bocil juga, sekarang sudah jadi bocal-bocal. Mungkin kembali lagi menjadi bocil karena banyak yang giginya sudah hilang semua. Dinikmati saja,” tuturnya.

Mempererat Tali Persaudaraan

​Agenda rutin ini dimanfaatkan untuk saling memaafkan dan memperbarui ikatan kekeluargaan yang mungkin sempat merenggang karena jarak. Pertemuan tatap muka ini menjadi pelipur rindu yang tidak bisa digantikan oleh panggilan video (video call) manapun.

​Acara ditutup dengan doa dan permohonan maaf lahir batin dari perwakilan keluarga Sjafi’i, berharap agar silaturahim ini terus terjaga hingga generasi-generasi mendatang.

Diiringi suara riuh rendah tangis bayi dan tawa orang dewasa, pertemuan Bani Andjar tahun ini benar-benar menjadi momen Idul Fitri yang tak terlupakan di sudut kota Surabaya. (yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article