Wujudkan Mimpi Jembatan Garuda, TNI dan Warga Desa Bolo Bahu-Membahu Siapkan Peletakan Batu Pertama

Must read

- Advertisement -

Boyolali, wartapoint – Semangat gotong royong memuncak di Desa Bolo, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali. Menjelang momen bersejarah pembangunan Jembatan Garuda, warga setempat bersama personel Kodim 0724/Boyolali tampak kompak melakukan persiapan fisik di lokasi proyek pada Minggu (29/3/2026).

​Kegiatan ini merupakan persiapan matang menyambut seremoni peletakan batu pertama yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat. Kehadiran jembatan ini menjadi penantian panjang warga yang selama ini mendambakan akses penyeberangan yang layak dan aman.

Sinergi Tanpa Sekat

​Pantauan di lapangan menunjukkan keterlibatan penuh berbagai elemen, mulai dari perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga warga sekitar. Bersama anggota TNI, mereka bahu-membahu membersihkan lahan, menata area seremoni, dan memastikan akses mobilitas alat berat nantinya tidak terhambat.

Serka Simarmata, anggota Kodim 0724/Boyolali yang terjun langsung ke lokasi, menyatakan bahwa antusiasme warga adalah suntikan semangat bagi personel TNI di lapangan.

“Kompaknya warga adalah bukti nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Kami di sini bukan hanya membangun fisik jembatan, tapi juga merawat semangat gotong royong. Ini adalah awal yang baik untuk sebuah perubahan besar bagi Desa Bolo,” ujar Serka Simarmata.

Solusi atas Tantangan Musim Hujan

​Bagi warga Desa Bolo, Jembatan Garuda bukan sekadar infrastruktur, melainkan nyawa bagi konektivitas mereka. Selama ini, akses penyeberangan yang ada sangat berisiko, terutama saat debit air meningkat di musim penghujan yang kerap mengancam keselamatan warga.

​”Kami sangat bersyukur. Selama ini kalau hujan besar, kami selalu khawatir saat menyeberang. Dengan adanya Jembatan Garuda nanti, anak-anak sekolah dan warga yang pergi ke pasar tidak perlu takut lagi,” ungkap salah satu warga dengan nada haru.

Dampak Ekonomi dan Sosial

​Pembangunan Jembatan Garuda diharapkan mampu membawa efek domino positif, di antaranya:

  • Akses Pendidikan: Mempermudah siswa menuju sekolah tanpa kendala cuaca.
  • Peningkatan Ekonomi: Mempercepat jalur distribusi hasil bumi dan aktivitas pasar.
  • Keamanan Wilayah: Memberikan rasa aman bagi pengendara yang melintas.

​Persiapan yang dilakukan secara kolektif ini menjadi simbol kuat bahwa pembangunan di wilayah pedesaan akan berjalan sukses jika didasari sinergi yang harmonis antara aparat komando kewilayahan dan masyarakat setempat. (Agus)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article