Siswa SD Muhammadiyah 22 Surabaya Perdalam Teknik Menyusun Konten Kreatif dan Edukatif

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint – Semangat literasi digital terus dipupuk sejak dini di lingkungan SD Muhammadiyah 22 Surabaya. Pada Selasa (14/4/2026), sekolah tersebut menggelar kelas jurnalistik yang fokus membahas panduan menyusun konten kreatif yang tepat untuk audiens tingkat sekolah dasar.

​Kegiatan ini menjadi menarik saat seorang jurnalis cilik, Muhamad Arsy Arundaya Kurniawan, mempraktikkan langsung ilmu jurnalistiknya dengan mewawancarai narasumber sebaya, Muhammad Fahri Syahrul Ramadhan. Wawancara tersebut mengulas poin-poin penting dalam menciptakan konten yang menarik namun tetap edukatif.

Lima Pilar Konten Ramah Anak

​Dalam ulasan materi tersebut, ditekankan bahwa menyusun konten untuk jenjang SD memerlukan pendekatan khusus agar pesan tersampaikan secara efektif. Berikut adalah lima panduan utama yang dibahas:

  • Pemilihan Topik yang Relevan: Konten harus berfokus pada hal-hal di sekitar siswa, seperti life skills sederhana (cara menabung), eksperimen sains dapur, hingga literasi digital untuk mengenali informasi bohong (hoax).
  • Formula Singkat, Padat, dan Visual: Mengingat rentang perhatian anak-anak yang pendek, durasi video disarankan di bawah 3 menit. Penggunaan bahasa analogi dan visual warna-warni menjadi kunci agar audiens tidak cepat bosan.
  • Metode Bercerita (Storytelling): Konten disusun dengan alur yang jelas, dimulai dari hook yang menarik di 5 detik pertama, isi yang berurutan, dan ditutup dengan pesan moral yang praktis.
  • Keamanan dan Etika: Aspek perlindungan privasi menjadi prioritas utama. Siswa diajarkan untuk tidak menampilkan detail identitas pribadi dan memastikan tidak ada unsur tantangan berbahaya dalam konten.
  • Unsur Interaktif: Mengajak audiens terlibat aktif melalui kuis singkat atau tantangan sederhana untuk meningkatkan keterlibatan (engagement).

Praktik Lapangan Jurnalis Cilik

​Muhamad Arsy Arundaya Kurniawan tampak cakap saat menggali informasi dari Muhammad Fahri Syahrul Ramadhan. Dalam sesi wawancara tersebut, mereka mendiskusikan bagaimana cara mengubah materi pelajaran yang kaku menjadi konten yang santai namun tetap berbobot.

​”Anak-anak SD punya rasa ingin tahu yang tinggi. Jadi, kalau kita buat konten eksperimen atau tutorial menggambar, mereka pasti suka,” ujar Fahri saat menjawab pertanyaan Arsy.

​Kelas jurnalistik ini diharapkan dapat mencetak generasi jurnalis muda yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan pemahaman etika yang baik dalam bermedia sosial. Dengan pembekalan ini, karya-karya siswa SD Muhammadiyah 22 Surabaya diharapkan mampu memberi warna positif di berbagai platform digital, baik YouTube, Instagram, maupun media internal sekolah. (yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article