Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Friday, May 8, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Sinergi Iman dan Kesehatan: MI Muhammadiyah 25 Surabaya Gelar Pengajian Keliling di Bangkalan

Must read

Bangkalan, wartapoint – MI Muhammadiyah 25 Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan karakter yang kontekstual. Pada Sabtu (25/4/2026), siswa kelas VI (ABCD) mengikuti kegiatan Pengajian Keliling yang memadukan nilai spiritualitas dengan wawasan kesehatan jasmani.

​Bertempat di kediaman Urwatul Wutsqo, Kwanyar Indah Residence, Kabupaten Bangkalan, acara ini berlangsung khidmat sekaligus edukatif. Tidak sekadar berkumpul, kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa untuk memahami bahwa menjaga tubuh adalah bagian dari menjaga amanah Tuhan.

Sentuhan Ruhiyah dari Siswa untuk Siswa

​Acara dibuka dengan apik oleh Orla Alexandria selaku MC yang menghidupkan suasana. Kekhusyukan mulai terasa saat Achmad Fachri melantunkan ayat suci Al-Qur’an, disusul pembacaan sari tilawah oleh Muhammad Laduni yang memperjelas pesan-pesan Ilahi.

​Momen emosional hadir saat M. Azka Naufal menyampaikan kultum bertema “Cinta Ibu”. Dalam paparannya, Azka mengingatkan rekan-rekan sejawatnya bahwa rida Allah terletak pada rida orang tua, khususnya ibu, yang menjadi fondasi akhlak mulia bagi seorang anak.

Integrasi Medis dan Ibadah: Shalat sebagai Terapi

​Hadir sebagai narasumber utama, dr. Aristanto Prambudi, M.Kes (MARS), M.Kes., CHt, yang menjabat sebagai Sekretaris PDM Bangkalan sekaligus Tim LDK PP Muhammadiyah. Ia membedah rukun Islam tidak hanya dari sisi hukum fiqh, tetapi juga manfaat medisnya.

​”Wudhu adalah bentuk menjaga kebersihan diri secara rutin, sementara gerakan shalat—mulai dari takbir hingga salam—adalah olahraga terbaik bagi jantung, otot, dan suplai oksigen ke otak,” jelas dr. Aristanto.

​Ia juga menyoroti pentingnya pola makan. Melalui kisah pasien anak yang mengalami obesitas akibat camilan berlebihan, siswa diingatkan untuk lebih selektif dalam mengonsumsi makanan, terutama menghindari minuman bersoda yang tinggi gula.

Waspada Nomophobia dan Pentingnya Istirahat

​Di era digital, dr. Aristanto memberikan peringatan keras mengenai fenomena nomophobia (no mobile phone phobia). Rasa cemas berlebihan saat jauh dari ponsel dinilai dapat memicu perilaku malas dan menurunkan produktivitas siswa.

​Sebagai solusinya, beliau menyarankan para siswa untuk menjaga ritme biologis dengan tidur lebih awal dan bangun di sepertiga malam untuk shalat tahajud dan belajar. Menurutnya, hal ini berkaitan erat dengan pengaturan gelombang otak (gamma hingga delta) yang memengaruhi fokus dan ketenangan jiwa.

Kesan Mendalam bagi Siswa

​Kegiatan lintas jembatan Suramadu ini meninggalkan kesan luar biasa bagi para peserta. Fatier, salah satu siswa kelas VI, tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. “Perjalanannya sangat luar biasa, dan hari ini alhamdulillah saya sangat-sangat senang,” ungkapnya antusias.

​Melalui pengajian keliling ini, MI Muhammadiyah 25 Surabaya berharap para siswa kelas VI tidak hanya lulus secara akademik, tetapi juga siap menjadi generasi yang tangguh secara fisik, cerdas secara intelektual, dan mulia secara berakhlak. (Siti Islaha)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article