Sidoarjo, wartapoint – Halaman SMA Al Islamiyah bertransformasi menjadi lautan cokelat pada hari ini. Sebanyak 200 anggota Pramuka Penggalang dari jenjang SD dan SMP se-Kecamatan Tanggulangin berkumpul dengan penuh antusias untuk mengikuti Latihan Gabungan Penggalang (LGP).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Kwartir Ranting (Kwarran) Tanggulangin ini bukan sekadar ajang unjuk ketangkasan, melainkan ruang strategis bagi para tunas bangsa untuk mempererat tali persaudaraan antar-gugus depan di wilayah tersebut.
Misi Penyelarasan Standar Kepramukaan
Ketua Kwarran Tanggulangin, Nur Hidayat, M.Pd, secara resmi membuka kegiatan dengan pesan yang membakar semangat. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa LGP adalah wadah untuk menyamakan persepsi dan pemahaman materi kepramukaan yang selama ini diterima siswa di sekolah masing-masing.
”Tujuannya selain ajang silaturahmi, juga untuk meningkatkan karakter dan kedisiplinan. Karena pada dasarnya, Pramuka mendidik kita untuk siap hidup di tengah masyarakat,” tegasnya.
Fokus Utama: Tata Upacara dan Pionering
Agenda latihan kali ini difokuskan pada dua pilar utama kecakapan kepramukaan:
- Tata Upacara: Para peserta digembleng memahami detail protokoler yang benar, mulai dari sikap sempurna hingga teknis perpindahan tongkat. Penyelarasan ini bertujuan agar standar upacara di seluruh wilayah Tanggulangin seragam, khidmat, dan menunjukkan jiwa kedaulatan yang kuat.
- Pionering: Memasuki sesi ini, suasana menjadi lebih dinamis. Para penggalang ditantang dalam pembuatan tiang bendera kaki tiga dan tandu darurat. Ketepatan simpul dan kekuatan ikatan menjadi kunci utama, sekaligus menguji kerja sama tim di bawah terik matahari yang bersahabat.
Kesempatan Menjalin Persaudaraan
Kesan positif muncul dari para peserta, salah satunya Keysha, siswi SMPN 1 Tanggulangin. Ia mengaku momen ini sangat dinantikan karena memberinya kesempatan untuk berinteraksi dengan rekan dari sekolah lain.
”Senang sekali bisa bertemu teman-teman sekolah lain. Saya juga mendapatkan ilmu tata upacara yang benar dan teknik pionering yang baru,” ungkap Keysha dengan wajah berseri. Ia berharap keterampilan praktis yang didapat hari ini, seperti pembuatan tandu, dapat bermanfaat di masa depan.
Membangun Mentalitas “Siap Hidup”
Kegiatan yang berlangsung hingga sore hari ini ditutup dengan raut wajah puas dari para peserta. Melalui LGP ini, Gerakan Pramuka Kwarran Tanggulangin berhasil membuktikan bahwa pendidikan karakter dapat dikemas secara menyenangkan tanpa menghilangkan esensi disiplin.
Para Penggalang pulang tidak hanya membawa pengetahuan tentang simpul dan ikatan, tetapi juga bekal mentalitas “siap hidup” yang diharapkan akan terus melekat dalam jati diri mereka sebagai anggota Pramuka sejati.





