Yogyakarta, wartapoint – Sebuah langkah mulia ditunjukkan oleh seorang mualaf di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di tengah proses memperdalam keyakinan barunya, ia justru memberikan sumbangsih besar dengan mewakafkan tanah seluas 1.000 meter persegi kepada Muhammadiyah untuk dijadikan pusat pembinaan mualaf.
Penyerahan wakaf ini dilakukan di sela-sela kegiatan pembinaan yang dihadiri oleh sekitar 100 orang mualaf, Minggu (26/4/2026). Momentum emosional ini disaksikan langsung oleh tokoh-tokoh penting, termasuk Pimpinan BAZNAS RI Rizaludin Kurniawan, serta jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY seperti Ananto Isworo, Subandi, dan Dede Haris Sumarno yang juga pengurus Badan Wakaf Indonesia.
Simbol Keteguhan Iman
Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muchamad Arifin, yang hadir langsung meninjau lokasi, memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Menurutnya, aksi ini mematahkan stigma bahwa mualaf hanyalah objek dakwah.
”Wakaf ini bukan sekadar penyerahan aset, tetapi cerminan keimanan yang tumbuh kuat. Ini adalah teladan nyata bahwa mualaf bukan hanya objek pembinaan, tetapi juga subjek yang mampu memberi dan menguatkan umat,” ujar Arifin.
Menjadi Pusat Pembinaan Terpadu
Sang muakif (pemberi wakaf) menyatakan bahwa keputusan ini didasari oleh keinginan tulus untuk membantu sesama mualaf yang sedang berproses. Ia berharap lahan tersebut dikelola oleh LDK Muhammadiyah sebagai ruang belajar yang berkelanjutan.
“Kami masih dalam proses belajar. Kami berharap tempat ini menjadi ruang untuk memperkuat iman dan menyempurnakan ibadah,” ungkap sang muakif.
Menanggapi amanah tersebut, Muhammadiyah telah menyiapkan rencana strategis untuk mengelola lahan tersebut. Ke depan, lokasi ini akan dikembangkan menjadi Pusat Pembinaan Terpadu yang mencakup tiga pilar utama:
- Pendidikan Keislaman: Pendalaman tauhid dan fikih dasar.
- Penguatan Ibadah: Praktik ibadah harian yang sesuai tuntunan.
- Pemberdayaan Ekonomi: Pelatihan kemandirian finansial bagi komunitas mualaf.
Dakwah yang Mencerahkan
Peristiwa ini menjadi bukti nyata bahwa hidayah mampu menggerakkan seseorang untuk memberikan dampak luas bagi sosial. Muhammadiyah berkomitmen untuk segera merealisasikan pembangunan pusat pembinaan tersebut agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh komunitas mualaf di Kulon Progo dan sekitarnya.
Langkah ini sejalan dengan misi Muhammadiyah dalam menghadirkan dakwah yang mencerahkan, memberdayakan, dan merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. (yupan)





