Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Friday, May 8, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

BMPS Surabaya Suarakan Aspirasi Sekolah Swasta ke Dewan Pendidikan: Stop Bangun Sekolah Negeri Baru

Must read

Surabaya, wartapoint – Sinergi demi kemajuan pendidikan di Kota Pahlawan mulai diperkuat. Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Surabaya melakukan kunjungan audiensi perdana ke kantor Dewan Pendidikan Kota Surabaya pada Selasa, 28 April 2026. Pertemuan ini bertujuan untuk menyelaraskan visi serta menyampaikan aspirasi krusial terkait keberlangsungan lembaga pendidikan swasta di Surabaya.

​Bertempat di Ruang Kartini Dinas Pendidikan Kota Surabaya, pertemuan ini berlangsung hangat dan penuh keakraban. Ketua Dewan Pendidikan Surabaya, Martadi, menyambut langsung rombongan yang dipimpin oleh Ketua BMPS Surabaya, Muhamad Jemadi, dan Wakil Ketua BMPS, Supriyono.

Apresiasi dan Komunikasi Konstruktif

​Martadi memberikan apresiasi tinggi kepada BMPS sebagai organisasi pertama yang secara resmi bersurat dan beraudiensi sejak kepengurusan baru Dewan Pendidikan terbentuk.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan BMPS. Ini menjadi awal komunikasi yang baik antara Dewan Pendidikan dengan lembaga pendidikan swasta di Surabaya,” ungkap Martadi di sela-sela diskusi.

Dua Tuntutan Utama BMPS

​Dalam sesi yang dimoderatori oleh Wakil Ketua Dewan Pendidikan, Mulyana, Muhamad Jemadi menyampaikan poin-poin strategis bagi masa depan pendidikan swasta:

  1. Moratorium Sekolah Negeri Baru: BMPS meminta Pemerintah Kota Surabaya menahan diri untuk tidak mendirikan sekolah negeri baru pada tahun ajaran 2026/2027. Jemadi menekankan bahwa pemerintah sebaiknya fokus memenuhi rasio kebutuhan guru terlebih dahulu, sembari memberi ruang bagi sekolah swasta untuk berbenah.
  2. Ketaatan pada Pagu SPMB: BMPS berharap Dinas Pendidikan menjalankan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) sesuai aturan yang ditetapkan. Sebagai ilustrasi, untuk jenjang SMP, kuota maksimal dipatok pada 11 rombongan belajar dengan kapasitas 34 siswa per kelas.

​Selain itu, Wakil Ketua BMPS, Supriyono, mengingatkan agar pemerintah lebih selektif dalam memberikan izin operasional bagi sekolah swasta baru guna menjaga ekosistem sekolah yang sudah ada agar tetap sehat dan berkelanjutan.

Tantangan Bagi Sekolah Swasta: Kualitas dan Inovasi

​Menanggapi aspirasi tersebut, jajaran Dewan Pendidikan memberikan masukan balik yang konstruktif. Mereka menegaskan bahwa kunci utama agar sekolah swasta tetap diminati adalah melalui:

  • Peningkatan Kualitas: Sekolah harus terus memperbaiki sarana, prasarana, serta tata kelola manajemen.
  • Guru sebagai Role Model: Tenaga pendidik diharapkan tidak hanya mengajar, tetapi menjadi teladan karakter bagi siswa.
  • Optimalisasi Media Sosial: Sekolah didorong menggunakan platform digital secara informatif dan edukatif untuk membangun kepercayaan masyarakat.
  • Keunggulan Khas: Menghadapi tren meningkatnya minat ke sekolah pesantren, sekolah swasta umum harus memiliki “nilai jual” atau ciri khas yang unik.

​Pertemuan ini ditutup dengan harapan adanya sinergi yang lebih kuat antara BMPS, Dewan Pendidikan, dan Pemerintah Kota Surabaya. Fokus utamanya tetap satu: memastikan seluruh anak di Surabaya mendapatkan kualitas pendidikan terbaik, baik di lembaga negeri maupun swasta. (yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article