Surabaya, wartapoint – Dalam upaya mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an (FKPQ) Indonesia wilayah Sambikerep, Pakal, dan Benowo menggelar pelatihan dan munaqosah Metode Al-Bayan Lil Muslimin Bersyahadah. Kegiatan yang diikuti oleh 469 peserta ini berlangsung khidmat di Masjid Baitul Fatah, Jalan Manukan Tama, Surabaya, Minggu pagi (3/5/2026).
Pelatihan intensif ini menyasar para guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), baik ustadz maupun ustadzah, sebagai langkah nyata melakukan upgrade kemampuan mengajar demi kualitas pendidikan agama yang lebih baik di Kota Surabaya.
Fokus pada Kompetensi dan Keberkahan
Ketua DPC FKPQ-I Kota Surabaya, Moch Alfan Nabhan, S.E., menjelaskan bahwa kolaborasi tiga kecamatan ini bertujuan memberikan bekal kompetensi yang bersyahadah (bersertifikasi) bagi para guru ngaji.
“Kami ingin memberikan bekal untuk meng-upgrade kemampuan para guru ngaji di wilayah Pakal, Benowo, Sambikerep, dan sekitarnya. Semoga kegiatan ini membawa manfaat bagi guru, santri, dan masyarakat luas guna mencetak generasi Al-Qur’an yang ber-akhlaqul karimah,” ujar Alfan.
Ia juga memberikan apresiasi tinggi atas semangat para peserta. “Semoga langkah ini mendapatkan ridho Allah SWT dan menjadi hiroh (semangat) untuk terus menimba ilmu serta memperbaiki cara mengajar di lembaga masing-masing,” tambahnya.
Menjawab Tantangan Literasi Al-Qur’an
Kepala KUA Kecamatan Sambikerep, Ali Iskandar, S.Ag., memberikan sorotan tajam terkait urgensi pelatihan ini berdasarkan data penduduk. Menurutnya, dari sekitar 67 ribu penduduk di Sambikerep, masih ada tantangan besar dalam literasi Al-Qur’an.
”Di Sambikerep ada 384 guru Al-Qur’an. Jika dikalkulasikan, setiap guru diharapkan mampu mencover sekitar 235 warga agar bisa membaca Al-Qur’an. Angka ini memang ideal, namun melalui pelatihan ini, kita berupaya meningkatkan kualitas guru agar mampu meliterasikan masyarakat secara lebih luas,” jelas Ali.
Ia juga menekankan bahwa penguasaan metode Al-Bayan ini baru merupakan tingkatan kedua dari tujuh tingkatan dakwah Al-Qur’an yang harus terus dikembangkan.
Wujudkan Surabaya Hebat Lewat Akhlak Al-Qur’an
Dukungan serupa datang dari Kasi PD Pontren Kementerian Agama Kota Surabaya, Fatkhul Mubin, S.Pd., M.Pd. Ia berharap metode Al-Bayan Lil Muslimin ini dapat segera diterapkan kepada anak didik di seluruh penjuru kota.
”Kami ingin anak-anak didik kita memiliki pola pikir, tingkah laku, dan akhlak yang berlandaskan Al-Qur’an. Jika itu terwujud, insya Allah Surabaya akan menjadi kota yang hebat dan penuh berkah,” tegasnya.
Fatkhul Mubin juga menyarankan agar kegiatan upgrading seperti ini tidak berhenti sampai di sini saja. Ia mendorong adanya pembinaan berkelanjutan, misalnya setiap dua atau tiga bulan sekali, agar kemampuan para guru TPQ di wilayah Pakal, Sambikerep, dan Benowo tetap terjaga dan terus berkembang. (Armand)





