Surabaya, wartapoint – Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya memberikan apresiasi tinggi atas capaian para siswa dalam penguasaan Al-Qur’an. Hal ini disampaikan oleh Ketua Majelis Dikdasmen PNF PDM Surabaya, H. Dikky Syadqomullah, M.H.E.S., dalam agenda Khotmul Qur’an dan Imtihan ke-4 SMP Muhammadiyah 5 Surabaya yang berlangsung di SMAMDA Tower, Sabtu (9/5/2026).
Dalam sambutannya, Dikky Syadqomullah mengungkapkan rasa bangganya terhadap para siswa yang telah menunjukkan progres luar biasa, bahkan ada yang telah mencapai hafalan 7 hingga 8 juz. Sebagai bentuk dukungan nyata, pihak Majelis berencana memberikan apresiasi khusus bagi para hafidz ini.
”Kami dari Majelis Dikdasmen berkeinginan agar anak-anak yang sudah hafidz ini memiliki wadah khusus. Kami juga memikirkan adanya apresiasi khusus berupa beasiswa ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi bagi mereka yang berprestasi,” ujar Dikky.
Wacana Pendirian Pendidikan Nonformal (PNF) dan Tahfidz Camp
Guna menjaga semangat dan kualitas hafalan siswa, Dikky memaparkan rencana strategis untuk mengumpulkan para siswa berbakat ini dalam program khusus. Salah satu inovasi yang diusulkan adalah pemanfaatan waktu libur sekolah melalui kegiatan Tahfidz Camp.
”Anak-anak yang sudah baik ini harus diwadahi terus. Mungkin nanti melalui PNF (Pendidikan Nonformal), kita akan kumpulkan mereka. Saat libur sekolah, mereka akan kita ikutkan camp dengan suasana yang berbeda agar ghiroh (semangat) mereka tetap terjaga,” tambahnya.
Target Hafalan Berjenjang: Minimal 15 Juz saat Lulus SMA
Lebih lanjut, H. Dikky Syadqomullah menekankan pentingnya target hafalan yang linear dan berkesinambungan antar jenjang pendidikan di sekolah Muhammadiyah Surabaya. Ia merinci target ideal bagi siswa mulai dari tingkat SD hingga SMA:
- Tingkat SD: Selama 6 tahun, siswa diharapkan minimal lancar membaca Al-Qur’an dan hafal Juz 30. Namun, target idealnya adalah 1 juz per tahun, sehingga lulus SD memiliki hafalan 6 juz.
- Tingkat SMP: Melanjutkan jenjang SD, siswa ditargetkan menambah 1 juz per tahun, sehingga lulus SMP mengantongi tambahan 3 juz (total 9 juz).
- Tingkat SMA: Menambah hafalan 3 juz lagi selama masa sekolah.
”Harapan ke depan bisa linear, mulai dari SD, SMP, hingga SMA bersambung terus. Sehingga, ketika anak-anak lulus dari sekolah Muhammadiyah, minimal mereka sudah menguasai 15 juz Al-Qur’an,” tegasnya.
Melalui program Growing with The Qur’an, Becoming Better, Majelis Dikdasmen PDM Surabaya optimis bahwa sinergi antar jenjang pendidikan ini akan mencetak generasi rabbani yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga kuat secara spiritual sebagai penjaga wahyu Allah. (yupan)





