
Surabaya, wartapoint — Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema dengan penuh khidmat dalam kegiatan Wisuda Tahfidzul Qur’an IV K3S SD/MI Muhammadiyah Kota Surabaya yang dilaksanakan pada Sabtu, 16 Mei 2026 di SMA Muhammadiyah 2 Surabaya. Mengusung tema “Membumikan Al-Qur’an, Melangitkan Harapan”, kegiatan ini menjadi momen istimewa bagi para siswa penghafal Al-Qur’an dari berbagai sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Kota Surabaya.
Sebanyak 297 peserta mengikuti prosesi wisuda tahfidz dengan penuh semangat dan rasa syukur. Di antara para wisudawan tersebut, MI Muhammadiyah 25 Surabaya turut mengirimkan 10 siswa terbaik yang telah berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an mulai dari 1 juz hingga 5 juz.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan parade tilawah Al-Qur’an yang menambah suasana semakin syahdu dan menenangkan hati. Acara kemudian dibuka secara resmi melalui sambutan para tokoh Muhammadiyah yang memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar senantiasa menjaga hafalan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua K3S SD/MI Muhammadiyah Kota Surabaya, Ustadz Amang Muazam, menyampaikan bahwa kegiatan wisuda tahfidz bukan sekadar seremoni penghargaan, melainkan bentuk apresiasi atas perjuangan anak-anak dalam menjaga kalamullah sejak usia dini.
“Baik-baiklah menjaga Al-Qur’an, karena Al-Qur’an akan menjadi cahaya bagi kehidupan dan mahkota kemuliaan bagi para penghafalnya,” tuturnya penuh makna.
Sementara itu, Dikky Syadqomullah mengungkapkan rasa bangga kepada seluruh siswa Muhammadiyah yang terus berusaha mencintai dan menghafal Al-Qur’an.
“Anak-anak SD dan MI Muhammadiyah luar biasa. Semoga tetap istiqamah menjaga hafalan dan terus menjadi generasi Qurani yang membanggakan,” ujarnya.
Pengarahan juga diberikan oleh M. Ridlwan yang menekankan pentingnya menjaga hubungan dengan Al-Qur’an sepanjang hayat.
“Menjaga Al-Qur’an berarti menjaga cahaya agar tetap hidup di dalam hati. Semoga anak-anak kita menjadi generasi yang membawa keberkahan bagi keluarga, sekolah, dan masyarakat,” pesannya.
Suasana semakin hangat ketika motivator Al-Qur’an, Misbahul Munir, memberikan motivasi kepada siswa dan orang tua tentang cara menjaga hafalan Al-Qur’an dengan menyenangkan dan konsisten. Ia mengajak para orang tua untuk membiasakan anak membaca Al-Qur’an setelah Subuh dan Maghrib, memutar murotal sebelum tidur, serta menjaga ucapan baik kepada anak-anak.
“Kalimat baik adalah doa. Biasakan mengucapkan kata-kata terbaik kepada anak karena itu akan menjadi semangat dan keyakinan dalam diri mereka,” ungkapnya.
Adapun siswa MI Muhammadiyah 25 Surabaya yang mengikuti Wisuda Tahfidz IV tahun 2026 antara lain Gigih Hadi Kusumah, Gavin Arjuna Kusumah, Naufal Arta Fatahillah, Humaira Nur Hafizhah, Saffanah Berlian Zhaafirrah, Aisyah Shifa Alinurrohman, Muchamad Nab’han Athar Rizky Nugroho, Arby Zakir Eltamis Azzam, Ghibran Zhafran Maulana, dan Almaqhvira Keysha Putri.
Prestasi para siswa tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi madrasah dan orang tua. Di balik capaian hafalan yang diraih, terdapat proses panjang berupa kesabaran, kedisiplinan, doa, serta pendampingan dari guru dan keluarga yang terus membersamai langkah mereka.
Wisuda Tahfidz ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan sejati bukan hanya tentang nilai akademik, tetapi juga tentang bagaimana menanamkan iman, akhlak, dan kecintaan kepada Al-Qur’an sejak usia dini. Anak-anak penghafal Al-Qur’an diharapkan mampu tumbuh menjadi pribadi yang santun, berilmu, rendah hati, serta membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Melalui kegiatan ini, MI Muhammadiyah 25 Surabaya berharap semangat mencintai Al-Qur’an terus tumbuh di hati seluruh siswa. Semoga para wisudawan senantiasa diberikan kekuatan untuk menjaga hafalan, mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi generasi hebat yang kelak menerangi masa depan dengan akhlak mulia dan cahaya Al-Qur’an.
(Is)





