Surabaya, wartapoint — Riuh tawa warga dan alunan musik senam pagi memecah keheningan Balai RT 004 RW 001, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya, Minggu (24/5/2026) sejak pukul 06.00 WIB. Ratusan warga, mulai dari anak-anak hingga kalangan lanjut usia (lansia), berbondong-bondong memadati area tersebut bukan sekadar untuk berolahraga, melainkan untuk merayakan kepedulian sosial yang dikemas dalam “Semarak Sego Rongewu Episode III Seri 27”.
Gerakan sosial yang diinisiasi oleh Komunitas Baksos’e Suroboyo bersama Ikatan Alumni SMP Negeri 10 Surabaya (IKASDASA), Tim Sego Rongewu, serta sejumlah elemen relawan ini digelar sebagai bentuk refleksi nyata warga dalam menyambut Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733.
Ketua Baksos’e Suroboyo sekaligus Ketua Panitia, Drs. Bambang Udi Ukoro, M.Si., mengungkapkan bahwa aksi kolektif ini merupakan ikhtiar bersama untuk menghidupkan kembali roh gotong royong di tengah dinamika masyarakat urban.
”Kami hadir semata-mata ingin memberikan senyum kebahagiaan. Semua ini dilakukan untuk membangun kepedulian dan semangat kegotongroyongan antarwarga. Ini juga wujud nyata dukungan kami terhadap visi Pemerintah Kota Surabaya dalam mewujudkan Kampung Pancasila yang penuh kebersamaan,” kata Bambang.
Aksi kemanusiaan ini dikemas melalui berbagai program interaktif. Rangkaian acara dimulai dengan senam bersama, pembagian hadiah (doorprize), hingga permainan tradisional seperti lomba “nyunggi bola dalam tempeh” yang memancing gelak tawa. Tak hanya itu, nilai-nilai kemanusiaan ditegaskan lewat penyerahan bantuan kitab suci Al-Qur’an kepada anak-anak yatim piatu serta pembagian paket bahan pokok (sembako).
Sentuhan Layanan Kesehatan hingga Pasar Murah
Salah satu program yang paling diminati warga adalah DOKAR atau Dodolan Koyok Pasar. Melalui program ini, warga prasejahtera dapat membawa pulang satu paket sayuran segar yang bernilai ekonomis tinggi hanya dengan membayar Rp 2.000.
Selain pangan murah, panitia bekerja sama dengan Puskesmas Mulyorejo menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Bagi warga yang ingin merapikan penampilan, tersedia pula stan potong rambut gratis yang didukung oleh komunitas salon lokal. Aksi kepedulian ini kian lengkap dengan digulirkannya kembali program ikonik “Grebeg Kampung”.
Inisiatif berbasis komunitas ini menuai apresiasi tinggi dari struktur pemerintahan setempat. Camat Mulyorejo, Arif Rusman, S.T., M.M., menilai gerakan sosial seperti ini memiliki dampak edukasi yang kuat bagi masyarakat dalam memelihara kepekaan sosial.
”Saya mengucapkan terima kasih karena Kecamatan Mulyorejo, khususnya Kelurahan Mulyorejo, menjadi prioritas pelaksanaan kegiatan ini. Hal ini sangat berarti untuk mendidik warga agar saling peduli dan menjaga kebersamaan,” tutur Arif.
Melihat dampak positifnya yang masif, Arif berharap gerakan serupa dapat direplikasi dan memperluas jangkauannya. “Kami berharap ke depannya kegiatan ini juga dapat menyambangi lima kelurahan lain di wilayah Kecamatan Mulyorejo,” tambahnya.
Inovasi Layanan Adminduk Digital
Pemerintah kelurahan setempat memanfaatkan momentum berkumpulnya warga ini secara taktis. Lurah Mulyorejo, Eny Nurotul Khotimah, ST., MM., menjelaskan bahwa selain aspek jaring pengaman sosial, pihaknya sengaja mengintegrasikan layanan publik, khususnya aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
”Antusiasme warga di RW 001 hingga RW 003 sangat tinggi, terutama para lansia dan kelompok kurang mampu yang membutuhkan perhatian. Momen ini kami manfaatkan untuk membuka akses pelayanan adminduk agar angka perekaman IKD di wilayah kami meningkat,” jelas Eny.
Perayaan Hari Jadi Kota Surabaya ke-733 di sudut Mulyorejo hari itu seolah menegaskan pesan penting: bahwa identitas Kota Pahlawan tidak sekadar dibangun oleh megahnya infrastruktur fisik, melainkan oleh kuatnya denyut nadi solidaritas sosial dan kegotongroyongan yang tetap dirawat hidup oleh warganya. (Ubed)





