Surabaya, wartapoint — Sore itu, suasana grup WhatsApp keluarga besar SD Muhammadiyah 10 Surabaya (SD Mumtas) mendadak ramai. Sebuah kabar membahagiakan datang tepat pada pukul 16.00 WIB. Syarafana Aiko Sugeva, siswi kelas 5 Al Qohhar, kembali menorehkan tinta emas dan membawa kebanggaan besar bagi sekolah tercinta.
Aiko, sapaan akrabnya, berhasil menyabet gelar Juara 1 Jemparingan Kalimasada 15 Meter dalam ajang Kompetisi Panahan Tradisional Festival Tepi Pantai Tingkat Jawa Timur 2026 yang digelar pada Ahad (31/5/2026).
Prestasi gemilang tersebut diraih Aiko setelah bersaing ketat dengan para pemanah muda terbaik dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kompetisi ini berlangsung di kawasan ikonik Pantai Kenjeran Surabaya, yang menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian Festival Tepi Pantai Surabaya 2026. Hembusan angin laut yang kencang serta riuhnya sorak dukungan penonton menjadi saksi bisu perjuangan para atlet muda dalam melepaskan anak panah mereka.
Mengalir Ucapan Syukur
Kabar kemenangan Aiko pertama kali dibagikan oleh Halimatussa’diyah, sang wali kelas, melalui grup koordinasi sekolah. Dalam sekejap, ucapan selamat, apresiasi, dan doa syukur mengalir deras dari jajaran guru, karyawan, hingga orang tua murid lainnya.
Aiko memang dikenal sebagai sosok siswi yang tekun dan berbakat di bidang olahraga panahan. Di balik senyumnya yang ramah, tersimpan semangat latihan yang luar biasa. Ketelatenan, kedisiplinan, dan ketenangan mental yang ia asah selama berlatih menjadi modal utama hingga akhirnya ia mampu berdiri di podium tertinggi.
Wajah pemanah cilik ini tampak berbinar penuh kebahagiaan saat namanya diumumkan sebagai juara pertama. Momen tersebut menjadi buah manis dari kerja keras, kesabaran, serta untaian doa yang selalu mengiringi setiap anak panah yang melesat dari busurnya menuju sasaran.
Komitmen Sekolah dan Generasi Berkarakter
Keberhasilan ini tidak lepas dari komitmen kuat SD Muhammadiyah 10 Surabaya dalam memfasilitasi dan mengembangkan potensi non-akademik para murid. Melalui program ekstrakurikuler panahan, sekolah yang berlokasi di kawasan Sidoyoso ini menyediakan ruang representatif bagi siswa untuk mengenali dan mengasah bakat mereka sejak dini.
Kepala SD Muhammadiyah 10 Surabaya, M. Khoirul Anam, mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya yang mendalam atas capaian anak didiknya tersebut.
“Alhamdulillah, kami sangat bangga atas prestasi yang diraih Aiko. Semoga ia terus istiqamah berlatih, mempertahankan semangat juangnya, dan meraih prestasi yang lebih tinggi lagi di masa depan. Semoga keberhasilan ini juga menjadi pemantik inspirasi bagi seluruh siswa Mumtas untuk terus berani mengembangkan bakat yang dimiliki,” tutur M. Khoirul Anam.
Prestasi yang diukir oleh Aiko menjadi bukti nyata bahwa mimpi besar dapat diraih melalui ketekunan dan kesungguhan. Dari tepian Pantai Kenjeran, anak panah yang melesat tepat di titik tengah sasaran itu seolah membawa pesan kuat kepada seluruh generasi Qurani Mumtas: siapa pun yang berani berusaha, disiplin, dan tidak mudah menyerah, akan selalu menemukan jalan menuju kemenangan.
(Afuw Elkhoir)





