Surakarta, wartapoint – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung pemerintah terus bergulir di berbagai daerah. Di Kota Surakarta, keterlibatan aparat kewilayahan menjadi salah satu kunci penting guna memastikan program tersebut berjalan optimal dan berdampak langsung pada masyarakat.
Pada Kamis (4/6/2026), jajaran Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 03/Serengan, Kodim 0735/Surakarta, turun langsung ke lapangan untuk mengawal, mendampingi, sekaligus memonitor distribusi program nasional ini. Sasarannya adalah kelompok rentan, yakni ibu hamil dan anak-anak balita.
Sinergi Bersama Kader Posyandu
Salah satu titik pemantauan dilakukan oleh Serda Djoko Riyadi, Babinsa Kelurahan Serengan. Ia hadir di tengah-tengah masyarakat untuk mendampingi para kader Posyandu Kelurahan Serengan yang menjadi motor penggerak pembagian makanan bergizi tersebut.
”Salah satu kegiatan kami di wilayah desa binaan hari ini yaitu melaksanakan pendampingan atau monitoring pembagian makan bergizi gratis untuk ibu hamil dan balita di Kelurahan Serengan, yang pelaksanaannya dilakukan oleh para kader Posyandu setempat,” ujar Serda Djoko di sela-sela kegiatannya.
Bagi Djoko, kehadiran TNI dalam kegiatan ini bukan sekadar tugas formal, melainkan kewajiban moral untuk merawat sinergitas antara aparat dan warga demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat di wilayah binaan.
Memastikan Kualitas dan Ketepatan Sasaran
Lebih dari sekadar memantau jalannya acara, kehadiran Babinsa juga bertujuan untuk memastikan fungsi kontrol kualitas. Program MBG yang menyasar ibu hamil dan balita ini memegang peran krusial dalam menekan angka tengkes (stunting) serta meningkatkan kualitas kesehatan generasi penerus sejak dalam kandungan.
”Disamping sebagai wahana sambung silaturahmi, tugas kami yaitu memastikan distribusi makanan sehat yang merupakan program dari pemerintah tersebut benar-benar sesuai dan tepat sasaran.”
— Serda Djoko Riyadi, Babinsa Kelurahan Serengan
Melalui pemantauan yang ketat dan pendekatan humanis ini, diharapkan distribusi makanan bergizi tidak mengalami kendala logistik, sehingga setiap paket nutrisi yang disiapkan pemerintah dapat diterima utuh oleh warga yang paling membutuhkan.





