Surabaya, wartapoint – Suasana haru sekaligus bangga menyelimuti Grand Ballroom Convention Hall Surabaya pada Sabtu (13/6). Sebanyak 258 siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 5 Surabaya (Spemma) secara resmi dinyatakan lulus dalam agenda Wisuda ke-54. Acara ini menjadi kian spesial dengan hadirnya CEO DBL Indonesia sekaligus Direktur Utama Persebaya Surabaya, Azrul Ananda, sebagai pembicara tamu untuk memberikan motivasi kepada para wisudawan.
Dalam wawancaranya kepada awak media wartapoint.id, Azrul mengaku sempat merasa tegang sekaligus bangga ketika diminta untuk berbicara di depan ratusan siswa Spemma.
”Pertama-tama terima kasih kepada Spemma. Ketika diminta mengisi acara wisuda ya agak tegang sama bangga. Tegang karena apakah saya layak untuk bicara di depan anak-anak ini, dan bangga karena dipercaya,” ungkapnya.
Petualangan Baru yang Lebih Seru Menanti
Di hadapan para siswa dan wali murid, tokoh muda yang sukses memajukan industri basket dan sepak bola tanah air ini membagikan kisah perjalanan hidupnya mulai dari masa SMP, SMA, hingga bangku perkuliahan. Azrul mengingatkan para lulusan bahwa momentum kelulusan SMP ini bukanlah akhir, melainkan gerbang awal dari petualangan hidup yang sesungguhnya.
”Saya menyampaikan bahwa masa SMP ini sudah selesai. Kalian tidak bisa seperti ini tanpa orang tua dan tanpa Bapak/Ibu guru semua,” ujarnya. “Petualangan kalian akan berlanjut lebih seru lagi, karena petualangan terbesar saya pribadi justru terjadi setelah lulus SMP. Masa depan mereka masih jauh dan mereka harus siap menghadapi apa pun.”
Kunci Meraih Beasiswa: “Banyak Jalan Menuju Roma”
Menanggapi antusiasme para siswa Spemma yang sempat bertanya mengenai tips mendapatkan beasiswa, Azrul menekankan pentingnya kegigihan dan kepekaan dalam melihat peluang. Ia merefleksikan pengalamannya sendiri yang berhasil menempuh pendidikan SMA di Amerika Serikat tanpa biaya.
”Intinya banyak jalan menuju Roma. Kalau ingin mencari beasiswa atau pencapaian lain, kita harus tetap usaha. Jangan pernah berhenti berusaha, intinya ‘ngeyel’ terus, mencari, dan buka mata, telinga, serta hati untuk melihat peluang yang ada,” pesan Azrul.
Ia juga menambahkan agar para siswa tidak perlu merasa terbebani secara berlebihan. “Ketika peluang itu ada, ambil dengan mantap. Jangan terlalu bernafsu, jangan terbebani, nothing to lose saja. Siapa yang menyangka saya dulu bisa SMA di Amerika tanpa keluar biaya apa-apa,” imbuhnya.
Pesan Khusus untuk Student-Athlete Spemma
Sebagai figur yang lekat dengan dunia olahraga, Azrul memberikan suntikan motivasi mendalam bagi para siswa Spemma yang menekuni jalur atlet (student-athlete), baik di cabang olahraga basket maupun sepak bola. Ia mengakui bahwa menjalani peran ganda sebagai pelajar sekaligus atlet tidaklah mudah, namun hasil yang dipetik akan sebanding.
”Tidak mudah menjadi student-athlete. Karena yang pertama, kamu tetap tidak boleh melupakan sekolahnya, nilai akademik tetap yang utama,” tegas Azrul. “Tetapi atletnya juga harus dikejar. Jadi, kalian akan menjalani tantangan yang lebih besar dari kebanyakan orang.”
Azrul meyakinkan bahwa komitmen dan konsistensi yang ditempa sejak dini akan membentuk karakter mereka menjadi pribadi yang luar biasa di masa depan.
”Kalau kamu bisa melewati itu, maka kamu akan jadi orang yang lebih hebat dari semua orang. Ini adalah pilihan, dan pilihan itu ada konsekuensinya: menuntut komitmen, konsistensi, dan kemauan yang paling dalam. Buat adik-adik student-athlete, kejar terus. Percayalah, kalau kita terus berusaha, pintu itu akan terbuka sendiri. Usaha saja, nanti akan ketemu jalannya,” pungkasnya. (yupan)





