Surabaya, wartapoint – Komitmen dalam merawat budaya literasi di lingkungan pendidikan terus ditunjukkan oleh keluarga besar SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Pucang Surabaya. Sekolah dasar berprestasi ini sukses menggelar agenda launching dan bedah buku sebanyak 10 karya yang lahir dari kreativitas siswa dan guru.
Kegiatan yang mengusung tema “Spirit Berliterasi: Inspirasi dan Prestasi Tiada Henti” ini berlangsung khidmat di Auditorium The Millenium Building (TMB) Lantai 4 Din Syamsuddin, SD Mudipat Surabaya, pada Kamis (18/6/2026).
Agenda besar ini mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngagel Surabaya, Suyatno, S.Pd., M.Psi.
Dalam sambutannya, Suyatno menyampaikan rasa bangga yang luar biasa atas konsistensi SD Mudipat dalam melahirkan karya-karya literasi yang berkualitas. Menurutnya, menumbuhkan tradisi menulis di tingkat sekolah adalah investasi peradaban yang sangat berharga.
Kolaborasi Karya Siswa dan Guru
Dari total 13 buku yang diluncurkan dan dibedah pada agenda tersebut, terdapat 3 buku yang secara khusus merupakan karya murni dari para guru. Kehadiran karya-karya ini menjadi bukti nyata bahwa tenaga pendidik di SD Mudipat tidak hanya mengajar, tetapi juga menjadi teladan dalam dunia literasi.
“Ini adalah langkah konkret dari tema yang diangkat, yaitu inspirasi dan prestasi yang tiada henti. Ketika guru-gurunya aktif menulis, maka energi positif literasi tersebut akan menular secara alami kepada para siswa,” ujarnya.
Suyatno juga menambahkan bahwa kemampuan menulis dan membukukan gagasan merupakan salah satu kompetensi penting di abad ke-21. Langkah SD Mudipat ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi sekolah-sekolah lain di bawah naungan PCM Ngagel untuk terus memacu prestasi di bidang literasi.
Menggali Inspirasi di Ruang Bedah Buku
Melalui ruang diskusi ini, para peserta yang hadir diajak untuk melihat bahwa menulis bukan sekadar merangkai kata, melainkan sebuah media untuk menyebarkan inspirasi yang melampaui sekat ruang kelas.
Dengan terlaksananya agenda ini, SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya kembali menegaskan posisinya sebagai sekolah yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga menjadi motor penggerak literasi yang adaptif dan progresif demi masa depan generasi bangsa. (yupan)





