Kenali Bahaya Kebakaran, Siswa SMP Muhammadiyah 6 Surabaya Edukasi Pemadaman dan Layanan Emergency 112

Must read

Surabaya, wartapoint — Suasana kegiatan Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) hari ke-4 di SMP Muhammadiyah 6 Surabaya berlangsung meriah dan penuh keseruan, Kamis (16/7/2026). Para siswa baru mendapatkan edukasi langsung mengenai pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (PMK) Kota Surabaya.

​Selain dibekali materi pencegahan bencana, para peserta diajak mengenal lebih dekat sistem layanan darurat Command Center 112 Kota Surabaya serta berbagai alat penunjang keselamatan yang digunakan petugas saat beraksi di lapangan.

​Simulasi Langsung: Dari APAR hingga Basah-basahan

​Tidak hanya mendengarkan teori, para murid diajak berpartisipasi aktif dalam berbagai simulasi penanganan api. Mereka diajarkan teknik memadamkan kobaran api menggunakan karung goni basah hingga tata cara penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang aman dan benar.

​Keseruan memuncak saat para siswa berkesempatan memegang selang pemadam bertekanan tinggi didampingi petugas profesional, menginspeksi mobil pemadam, dan ditutup dengan sesi penyegaran bermain air bersama.

​”Kegiatan ini sengaja kami rancang agar siswa tidak hanya tanggap terhadap potensi bahaya kebakaran di sekitarnya, tetapi juga memahami langkah konkret penanganan darurat melalui layanan 112. Pengetahuan keselamatan adalah bekal penting sejak dini,” ujar Kepala SMP Muhammadiyah 6 Surabaya, Husain M. Zahri, S.Pd.I.

​Bangun Karakter Pantang Menyerah

​Di sela-sela peragaan, tim PMK Kota Surabaya turut memberikan motivasi mengenai pentingnya kedisiplinan dan keberanian. Petugas menekankan bahwa ketangkasan dalam menghadapi musibah tidak didapat secara instan, melainkan lewat latihan konsisten dan proses belajar yang panjang.

​Pesan tersebut selaras dengan nilai character building yang ditanamkan sekolah kepada peserta didik baru selama masa orientasi.

​”Kami ingin para siswa memetik pelajaran moral dari para petugas PMK. Tidak ada orang yang langsung hebat. Semua butuh proses, disiplin, dan keberanian untuk mencoba—sama halnya dalam meraih cita-cita,” tuturnya.

​Melalui edukasi dan simulasi interaktif ini, SMP Muhammadiyah 6 Surabaya berharap para siswa tidak hanya tanggap dalam menjaga keselamatan diri dan lingkungan, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, percaya diri, dan pantang menyerah. (Luq/yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article