Kepala SMP Muhammadiyah 3 Surabaya Dukung Fatwa MUI Tolak LGBT: Melanggar Syariat dan Norma Pancasila

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint — Kepala SMP Muhammadiyah 3 Surabaya menyatakan dukungan penuh terhadap Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menolak gerakan dan kampanye LGBT di Indonesia. Sikap tegas tersebut disampaikan di sela-sela Aksi Damai Tolak LGBT yang berlangsung di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Ahad (9/8/2026).

​Menurutnya, praktik LGBT secara jelas bertentangan dengan syariat Islam serta mencederai nilai-nilai luhur dasar negara.

​”Kami dari keluarga besar SMP Muhammadiyah 3 Surabaya mendukung sepenuhnya Fatwa MUI. LGBT melanggar syariat Islam dan merusak norma-norma Pancasila, terutama sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa serta nilai kesusilaan bangsa,” tegasnya kepada awak media wartapoint.id via WhatsApp.

​Ia menambahkan bahwa lembaga pendidikan memikul tanggung jawab moral yang besar untuk membentengi generasi muda dari pengaruh yang dinilai menyimpang dari ajaran agama dan jati diri bangsa. Sekolah harus hadir sebagai garda terdepan dalam menjaga karakter dan akhlak siswa.

​Aksi damai yang digelar sejak Ahad pagi tersebut berlangsung dengan tertib, aman, dan kondusif. Berdasarkan catatan panitia, sekitar 3.000 peserta hadir memadati kawasan Jalan Gubernur Suryo. Para peserta datang dari berbagai daerah di Jawa Timur seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Malang, dan Lamongan, hingga perwakilan dari Jawa Tengah.

​Sambil membentangkan spanduk dan poster penolakan terhadap kampanye maupun legalisasi LGBT di Indonesia, massa aksi menyerukan agar pemerintah dan aparat penegak hukum tetap konsisten menjaga norma agama serta nilai-nilai Pancasila.

​Para peserta aksi juga mendesak pemerintah agar menjadikan Fatwa MUI sebagai rujukan resmi dalam pengambilan kebijakan negara, khususnya untuk membendung segala bentuk promosi dan legalisasi LGBT di ruang publik. (yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article