Tim Poltekkes Kemenkes Surabaya Perkuat Peran Keluarga dan Kader demi Sukseskan Terapi TBC

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint — Dalam upaya menekan angka putus berobat pada penderita Tuberkulosis (TBC), tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Jurusan Teknologi Laboratorium Medis (TLM) Poltekkes Kemenkes Surabaya menggelar program pendampingan terintegrasi di wilayah kerja Puskesmas Gading, Kecamatan Tambaksari, Surabaya.

​Program bertajuk “Optimalisasi Peran Keluarga dan Kader Kesehatan Kelurahan untuk Meningkatkan Keberhasilan Terapi Tuberkulosis Melalui Edukasi dan Monitoring Terintegrasi” ini berlangsung sepanjang bulan Juli 2026. Kegiatan ini dipimpin oleh Pestariati, S.Pd., M.Pd., bersama anggota tim Dr. Anik Handayati, dra., M.Kes., Suhariyadi, S.Pd., M.Kes., serta melibatkan tiga mahasiswa Jurusan TLM.

​Ketua Tim Pengabdi, Pestariati, S.Pd., M.Kes., menegaskan bahwa kepatuhan minum Obat Anti-Tuberkulosis (OAT) selama minimal enam bulan merupakan kunci utama kesembuhan pasien sekaligus pencegahan resistensi obat (TB-MDR). Oleh karena itu, penguatan pengawasan di tingkat keluarga dan masyarakat sangat krusial.

​”Keluarga adalah benteng terdepan dalam memberikan motivasi harian, sementara kader kesehatan berperan penting sebagai jembatan antara masyarakat dan Puskesmas. Melalui sinergi ini, kita ingin memastikan pasien berobat secara tuntas tanpa merasa terasingkan akibat stigma,” ujar Pestariati kepada awak media wartapoint.id via WhatsApp, Selasa (18/8/2026).

Tiga Tahapan Pelaksanaan Program

​Program PKM yang didanai DIPA Poltekkes Kemenkes Surabaya ini dilaksanakan melalui tiga tahapan utama:

  • Tahap Koordinasi dan Persiapan (7 Juli 2026): Tim melakukan survei lokasi, berkoordinasi dengan Puskesmas Gading, merekrut peserta, serta menyusun instrumen edukasi.
  • Tahap Pelatihan dan Pelaksanaan Inti (18 Juli 2026): Peserta menerima materi edukasi interaktif mengenai bahaya TBC, pencegahan penularan, penanganan efek samping OAT, serta teknik komunikasi untuk menghapus stigma sosial. Tim juga membagikan Buku Saku TB dan leaflet panduan monitoring.
  • Tahap Evaluasi dan Kunjungan Rumah (25 Juli 2026): Pelaksanaan post-test, wawancara evaluasi, serta home visit terstruktur oleh kader dan keluarga ke rumah pasien.

Peningkatan Pemahaman dan Luaran Program

​Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran peserta sebesar 17% setelah mengikuti rangkaian edukasi. Hal ini terbukti dari kenaikan signifikan pada skor rata-rata post-test dibandingkan saat pre-test.

​Selain memberikan dampak langsung pada masyarakat, program ini menghasilkan luaran berupa artikel ilmiah pada jurnal nasional ber-ISSN, video dokumentasi kegiatan, serta sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk media edukasi yang dikembangkan. Pihak Puskesmas Gading menyambut positif inisiatif ini dan berkomitmen melanjutkan pemantauan pengobatan TBC secara berkelanjutan di wilayah Tambaksari. (yupan)

#beritanusantara #indonesia #jawatimur #surabaya #kesehatan #kemenkes

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article