
Surabaya, wartapoint – Mengudara dalam suasana penuh semangat di peringatan Hari Literasi Internasional pada Selasa (8/9/2026), jurnalis cilik SD Muhammadiyah 22 Surabaya, Ayra Kinaraisha Hendrata, menggelar wawancara spesial dengan rekan sejawatnya, Nadhira Deandra Almira, di lingkungan sekolah.
Dalam liputan singkat tersebut, Ayra dan Nadhira membagikan gagasan inspiratif mengenai makna penting literasi bagi generasi muda, khususnya para siswa sekolah dasar.
Makna Literasi yang Lebih Luas
Nadhira menegaskan bahwa makna literasi kini tidak lagi sebatas kemampuan membaca teks di buku, melainkan mencakup pemahaman yang lebih dalam.
- Bukan Sekadar Membaca: Literasi mencakup kemampuan memahami alur cerita, mengolah wawasan melalui tulisan, hingga menyerap pengetahuan baru secara kritis.
- Bahan Bacaan Favorit: Koleksi favorit di perpustakaan sekolah antara lain buku Perkataan Adalah Doa, cerita rakyat nusantara, serta ensiklopedia sains yang kaya gambar menarik.
Pentingnya Membaca Bagi Siswa SD
Mengapa membaca sangat krusial di usia sekolah dasar? Nadhira membeberkan beberapa poin utama, yakni:
- Memperluas Wawasan: Membaca memungkinkan siswa menjelajahi dan memahami dunia tanpa harus bepergian jauh secara fisik.
- Pengayaan Bahasa: Membaca secara rutin memperkaya kosa kata serta mengasah ketajaman berpikir intelektual sejak dini.
Pesan dan Ajakkan Mendasar
Sebagai penutup liputan, Nadhira menyampaikan pesan ajakan kepada seluruh teman-temannya di SD Muhammadiyah 22 Surabaya untuk membiasakan diri bersahabat dengan buku.
”Mari kita biasakan membaca buku minimal 15 menit setiap hari. Karena buku adalah jendela dunia yang membuka masa depan kita,” tutur Nadhira penuh optimisme.
Melalui aksi jurnalis cilik ini, semangat literasi diharapkan terus bergelora dan menginspirasi seluruh siswa untuk senantiasa menjadikan membaca sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Salam literasi! (Tim jurnalis cilik SD Muhammadiyah 22 Surabaya)
#beritanasional #indonesia #jurnaliscilik #jawatimur #sekolah





