
Surabaya, wartapoint – Sesi wawancara digelar oleh Tim Jurnalis Cilik SD Muhammadiyah 29 Surabaya bersama Ustadz Aisy Taufiqurrahman, S.Ag., pada Rabu (9/9/2026). Tim pewarta cilik yang terdiri dari Jihan Meylia Syifany, Aisyah Qurani Ihsan, Anindhita Sulthana Dzakiyya, Adelina Kabsya Fadilah, Hikmata Haqqi Nady Jauharah, dan Hafizah Naura Shakila Abidah ini mengajukan berbagai pertanyaan menarik seputar dunia pendidikan di sekolah.
​Profil dan Peran Pengabdian
Tugas mendidik telah dijalankan oleh Ustadz Rohman, sapaan akrabnya, yang selama lima bulan di SD Muhammadiyah 29 Surabaya. “Saya mengajar Bahasa Arab untuk kelas 5, menjadi guru mitra di kelas 5 Duha, serta membimbing siswa sebagai guru Tahfidz,” ungkap Ustadz Rohman.
​Kesan dan Pengalaman Selama Mengajar
Rasa bahagia dan bersyukur dirasakan oleh Ustadz Rohman selama mengajar di sekolah ini. “Saya sangat senang karena dapat mengamalkan ilmu yang dipelajari selama di pondok dan kuliah,” tuturnya. Bimbingan hangat pun senantiasa diberikan oleh para guru senior untuk membantunya memahami cara mendidik anak-anak usia sekolah dasar.
​Urgensi Program Tahfidz
Pentingnya pembelajaran Al-Qur’an ditekankan oleh Ustadz Rohman, mengingat sekolah ini mengusung citra sebagai sekolah Tahfidz:
- ​”Al-Qur’an adalah pedoman hidup utama bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” tegas Ustadz Rohman.
- ​Nilai-nilai moral dan karakter spiritual ditanamkan kepada para siswa melalui kegiatan menghafal Al-Qur’an sejak dini.
​Pesan dan Harapan Masa Depan
Pesan bermakna disampaikan oleh Ustadz Rohman kepada seluruh siswa. “Jangan malas belajar karena menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim, dan jangan malu bertanya,” pesannya. Ke depan, harapan besar disematkan agar SD Muhammadiyah 29 Surabaya terus berkembang menjadi sekolah figur yang unggul dalam program Tahfidz serta menjadi sekolah favorit pilihan masyarakat Surabaya. (Tim jurnalis cilik SD Muhammadiyah 29 Surabaya)
#jurnaliscilik #sekolah #beritanasional #indonesia #jawatimur





