
Surabaya, wartapoint — Prestasi membanggakan kembali diukir oleh murid MI Muhammadiyah 25 Surabaya (MIM 25). Zahsy Semira Suherman, siswi kelas 5B, sukses menyabet Juara 2 bidang Matematika pada ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat Kota Surabaya. Capaian ini secara otomatis mengantarkan Zahsy mewakili kotanya ke kompetisi tingkat Provinsi Jawa Timur.
Babak kualifikasi OMI tingkat Kota Surabaya tersebut digelar di MAN Kota Surabaya, Jalan Wonorejo Timur No. 14, Rungkut, pada Rabu (9/9/2026).
Zahsy merupakan bagian dari enam siswa delegasi MIM 25 yang dikirim dalam dua cabang lomba. Pada cabang Matematika, ia berjuang bersama Sabrina El Hazima Salsabila (6D) dan Kayla Asyifa Wicaksono (6C). Sementara cabang IPAS diwakili oleh Zahirah Khairunnisa As Sakhi (6B), Fazlu Abira Mizan (5C), dan Farel Aliandra Ibrahim (6D).
Hasil Manis Intensifikasi Pembinaan
Keberhasilan ini bukanlah hasil serba mendadak. Selama dua pekan penuh sebelum laga, para siswa digembleng melalui pembinaan intensif yang berfokus pada penguatan konsep, ketelitian, hingga penalaran tingkat tinggi (higher-order thinking skills).
“Saya sangat senang bisa meraih Juara 2. Terima kasih kepada ustaz-ustazah yang sudah membimbing dan orang tua yang selalu mendukung. Setelah ini saya akan belajar lebih giat lagi agar bisa memberikan yang terbaik di tingkat provinsi,” ujar Zahsy penuh semangat kepada media wartapoint.id via WhatsApp, Ahad (13/9/2026).
Rasa bangga dan syukur turut disampaikan oleh pihak keluarga. Orang tua Zahsy berharap capaian ini menjadi pecutan semangat bagi putrinya untuk tetap rendah hati dan fokus menghadapi tantangan di level berikutnya.
Sinergi Tri Pusat Pendidikan
Kepala MIM 25 Surabaya, Ferry Rismawan, M.Pd.I, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim pembina, orang tua, dan khususnya Zahsy atas perjuangan keras mereka.
”Zahsy melaju ke tingkat provinsi merupakan hasil dari proses belajar, pembinaan, dan kolaborasi yang solid. Prestasi adalah bonus, namun keberanian berproses itulah yang paling berharga,” tuturnya.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Kesiswaan MIM 25, Rohim Hasanah, S.Pd, menegaskan bahwa pencapaian ini membuktikan pentingnya sinergi antara semangat siswa, pendampingan guru, dan restu orang tua. Bagi siswa lain yang belum menyabet gelar, ia mengingatkan agar tidak berkecil hati karena setiap ajang adalah sarana menempa diri.
Kini, MIM 25 Surabaya tengah menyiapkan program pendampingan lanjutan yang lebih matang untuk memantapkan kesiapan Zahsy bertarung di ajang OMI tingkat Provinsi Jawa Timur. (Siti Islaha)
#sekolah #muhammadiyah #beritanasional #jawatimur #surabaya





