Sabtu Religi MIM 25 Dimulai: Tingkatkan Pemahaman Thaharah dan Perbaiki Bacaan Al-Qur’an Guru

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint — Suasana berbeda terlihat di Perpustakaan dan Mushola Al Jadid MI Muhammadiyah 25 (MIM 25) Surabaya pada Sabtu (19/9/2026). Para ustadz dan ustadzah berkumpul bukan untuk menjalankan rutinitas mengajar, melainkan mengikuti program pembinaan keagamaan bertajuk Sabtu Religi yang resmi dimulai pada tahun ajaran ini.

​Kegiatan perdana yang berlangsung pukul 08.30–11.00 WIB ini diisi dengan dua agenda utama: pendalaman materi thaharah (bersuci) serta bimbingan tahsin Al-Qur’an.

Materi Thaharah: Mengingat Hakikat Usia dan Tata Cara Bersuci

​Sesi pertama diisi oleh Ustadz Aksar Wiyono, M.Pd.I., yang menyampaikan materi bertajuk Thaharah: Tata Cara Mandi Wajib. Mengawali penyampaiannya, Ustadz Aksar mengingatkan peserta akan pentingnya memanfaatkan waktu hidup yang relatif singkat.

“Kehidupan kita menurut para ulama sangat sebentar, sangat sementara sekali. Ibarat mata kita dipejamkan lalu dibuka, seperti itulah nilai kehidupan manusia. Maka jangan main-main dengan usia kita,” pesannya.

​Melalui pesan tersebut, peserta diajak memaknai thaharah bukan sekadar teori fikih, melainkan bagian krusial dari ibadah harian. Ustadz Aksar memaparkan tata cara bersuci secara berurutan, mulai dari istinja, membaca basmalah dan niat di dalam hati, doa masuk kamar mandi, membasuh kedua tangan, membersihkan kemaluan, menggosok gigi, hingga berwudu secara sempurna sebelum mandi wajib.

Bimbingan Tahsin: Satu Ayat, Disimak, dan Dikoreksi

​Usai pembahasan fikih thaharah, kegiatan dilanjutkan dengan bimbingan tahsin Al-Qur’an. Bimbingan ini dibagi ke dalam beberapa kelompok berdasarkan Kelompok Kerja Guru (KKG) dan unit kerja masing-masing, dengan pembagian juz dan pendamping sebagai berikut:

  • Kelas 1 (Juz 1): Didampingi Ustadzah Lina
  • Kelas 2 (Juz 2): Didampingi Ustadzah Islakha
  • Kelas 3 (Juz 3): Didampingi Ustadzah Ana
  • Kelas 4 (Juz 4): Didampingi Ustadzah Kunainah
  • Kelas 5 (Juz 5): Didampingi Ustadzah Razifa
  • Kelas 6 (Juz 6): Didampingi Ustadz Aksar
  • Karyawan (Juz 7): Didampingi Ustadzah Diah
  • Guru Mapel (Juz 8): Didampingi Ustadz Afaq

​Teknis pelaksanaan dibuat praktis: setiap guru membaca satu ayat secara bergantian, kemudian disimak oleh pendamping. Jika terdapat kekeliruan pada makhraj, tajwid, panjang-pendek, maupun kelancaran bacaan, pendamping langsung memberikan koreksi di tempat.

Komitmen Kebersamaan dan Istiqamah

​Kepala MIM 25, Ferry Rismawan, M.Pd.I., menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini di tengah padatnya agenda madrasah.

​“Kita bersyukur kegiatan di madrasah tercinta kita ini memang sangat padat, tetapi Sabtu Religi perdana di tahun ajaran ini bisa terlaksana dengan luar biasa kompak. Bukan sekadar materi, tetapi keikhlasan, kebersamaan, rasa persaudaraan, dan kasih sayang membuat kita semua menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Ferry.

​Sementara itu, perwakilan Bidang ISMUBARIS MIM 25, Ustadzah Marlik, memastikan bahwa program ini akan diupayakan berjalan secara berkesinambungan.

​“Insyaallah kegiatan Sabtu Religi akan berjalan istiqamah setiap Sabtu pekan ketiga. Hal yang terpenting adalah belajar membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar,” jelasnya.

​Rangkaian Sabtu Religi perdana ini ditutup dengan istirahat sejenak dan pelaksanaan salat Zuhur berjamaah. Melalui program rutin ini, MIM 25 berkomitmen untuk terus membina kompetensi keagamaan dan mempererat tali silaturahmi seluruh pendidik serta tenaga kependidikan. (Siti Islaha)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article