
Jakarta, wartapoint — Jaringan Wirausaha Muslim Indonesia (JWMI) menyatakan dukungan penuh terhadap ajakan Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurahman, yang mendorong mahasiswa untuk berani terjun ke dunia kewirausahaan. Langkah ini dinilai strategis untuk mencetak generasi baru pengusaha yang mampu memperkuat perekonomian nasional.
Ketua JWMI, Fadly Rahman, menegaskan bahwa dunia kampus memiliki peran vital yang tidak hanya sebatas ruang pembelajaran akademik, tetapi juga wadah untuk mengasah keberanian, kreativitas, dan pengalaman bisnis secara nyata.
”Mahasiswa memiliki energi, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Potensi ini perlu diarahkan agar mereka tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan,” ujar Fadly.
Pentingnya Ekosistem Pendukung dan Dimulai Lebih Awal
Menurut Fadly, dorongan bagi mahasiswa untuk berwirausaha tidak akan maksimal tanpa adanya ekosistem yang kondusif. Mahasiswa yang memiliki ide dan minat bisnis membutuhkan akses konkret terhadap:
- Pelatihan dan pendampingan (mentorship)
- Akses permodalan
- Pemanfaatan teknologi
- Akses ke pasar yang lebih luas
Ia juga menyarankan agar mahasiswa tidak menunggu hingga meraih gelar sarjana untuk mulai membangun usaha. Memulai bisnis sejak di bangku kuliah menjadi proses pembelajaran berharga untuk menguji ide, memahami dinamika pasar, mengelola keuangan, hingga membangun jaringan (networking).
Sinergi dan Komitmen Realisasi
Guna memastikan keberlanjutan gerakan ini, Fadly menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, perguruan tinggi, pelaku industri, serta komunitas wirausaha.
”Ajakan Menteri UMKM ini harus kita sambut bersama. Yang dibutuhkan bukan hanya mendorong mahasiswa untuk menjadi pengusaha, tetapi juga memastikan mereka memiliki ekosistem yang memungkinkan usaha tersebut tumbuh dan berkelanjutan,” lanjutnya.
Sebagai bentuk komitmen, JWMI menyatakan kesiapannya untuk mengambil peran aktif melalui program edukasi, perluasan jejaring, dan pendampingan langsung. Komunitas pengusaha dinilai dapat menjadi jembatan yang menghubungkan mahasiswa dengan para pelaku usaha berpengalaman.
Fadly berharap semangat kewirausahaan di kalangan kampus tidak berhenti sebagai program pelatihan formalitas semata, melainkan berkembang menjadi gerakan masif yang berkelanjutan.
Dukungan nyata terhadap mahasiswa ini diharapkan mampu memperluas basis wirausaha muda di Indonesia sekaligus mempercepat lahirnya lapangan kerja baru yang bermanfaat bagi masyarakat luas. (yupan)





