Buka Acara Refleksi G30S/PKI, PDM Surabaya Tegaskan Pentingnya Kewaspadaan Bahaya Laten PKI

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint — Majelis Pustaka Informatika dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya menggelar kegiatan kajian dan diskusi bertajuk “Refleksi G30S/PKI: Kekejaman Jangan Diulang, Kuatkan Persatuan” pada Rabu malam (30/9/2026). Acara yang berlangsung di Masjid Al Muhajirin, jalan Dukuh Kupang Timur XV/21 Surabaya ini dihadiri oleh perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) serta takmir masjid setempat.

​Acara secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Drs. H. Suhadi M. Sahli.

​Apresiasi dan Pentingnya Konsistensi Program

​Dalam sambutannya, Suhadi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada MPID PDM Surabaya yang terus eksis dan konsisten merealisasikan program-program kerja yang telah dicanangkan.

​”Kami atas nama Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya mengucapkan terima kasih kepada MPID Surabaya yang terus eksis menjalankan kegiatan dan menyelesaikan program-program kerja. Semoga seluruh rangkaian kegiatan ini diberikan kelancaran dan kemudahan,” ujar Suhadi.

​Ia juga menyampaikan terima kasih kepada takmir Masjid Al Muhajirin yang telah bersedia menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan kajian malam refleksi sejarah ini.

​Sampaikan Pesan Kewaspadaan dan Syukur

​Meskipun kehadiran perwakilan PCM bertahap karena sebagian pengurus menyelesaikan agenda pengajian di wilayah masing-masing, Suhadi menegaskan pentingnya esensi dari kajian sejarah ini. Menurutnya, kewaspadaan terhadap ancaman ideologi komunitatis atau bahaya laten PKI harus terus dirawat oleh umat Islam dan bangsa Indonesia.

​”Peristiwa sejarah G30S/PKI mengingatkan kita bahwa bahaya laten harus selalu diwaspadai. Pemahaman sejarah yang lurus sangat penting agar bangsa dan umat tidak melupakan sejarah kelam masa lalu,” tegasnya.

​Suhadi juga menekankan bahwa keberhasilan bangsa Indonesia melewati masa-masa krisis sejarah di masa lalu merupakan bentuk pertolongan Allah SWT untuk menyelamatkan umat Islam dan menjaga keutuhan NKRI. Ia berharap hasil dari diskusi ini dapat disebarluaskan secara luas melalui media digital agar pesan moral dan edukasi sejarahnya sampai ke masyarakat luas.

​Pembukaan Resmi Acara

​Mengakhiri sambutan dan arahannya, Wakil Ketua PDM Surabaya secara resmi membuka jalannya kajian refleksi sejarah tersebut.

​”Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, acara Refleksi G30S/PKI ini secara resmi kami nyatakan dibuka. Nasrun minallahi wa fathun qariib,” tutup Suhadi.

​Acara dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi yang menghadirkan narasumber Drs. H. Andi Hariyadi, M.Pd.I. dan Ir. H. Muhammad Abidullah yang dipandu oleh moderator Muhammad Miftahul Muslim, S.Hum.

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article